PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Janeese Lewis George, kandidat Partai Demokrat untuk jabatan wali kota Washington, DC, melalui platform Truth Social pada akhir Juni 2026. Trump menuduh George menganut paham komunis dan menyebut agenda kebijakannya berpotensi mengancam keamanan ibu kota AS. Tuduhan ini muncul menjelang pemilihan wali kota yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang, setelah George memenangkan pemilihan pendahuluan partainya.
Tudingan Tanpa Bukti Lewat Truth Social
Dalam unggahannya, Trump mengklaim bahwa George mendukung sejumlah kebijakan kontroversial. Ia menyebutkan daftar panjang, mulai dari pengurangan populasi narapidana, perluasan kebijakan kota suaka, hingga penolakan terhadap Immigration and Customs Enforcement (ICE). Tak hanya itu, Trump juga menuding George mendukung pengembalian sistem jaminan tanpa uang tunai, pengurangan pendanaan kepolisian, serta penolakan terhadap berbagai kebijakan pemberantasan kejahatan.
Menurut Trump, kebijakan-kebijakan tersebut justru akan melemahkan keamanan publik. Ia menilai langkah-langkah itu bisa menghapus berbagai kemajuan yang telah dicapai Washington, DC, dalam menekan angka kriminalitas selama ini.
Kemenangan George di Pendahuluan Demokrat
Janeese Lewis George sendiri berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi wali kota. Kemenangan ini menjadikannya kandidat terkuat untuk menggantikan Wali Kota Muriel Bowser pada pemilihan umum November mendatang. Mengingat basis pemilih Demokrat yang sangat kuat di ibu kota AS, George dipandang memiliki peluang besar untuk memenangkan kursi tersebut.
Situasi politik di Washington, DC, memang selalu menarik perhatian nasional. Sebagai daerah dengan otonomi terbatas, kepemimpinan di sana kerap menjadi sorotan pemerintah federal.
Pertemuan yang Direncanakan Trump
Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan tinggal diam jika Washington, DC, mengalami kemunduran. Dalam pernyataannya, ia juga mengungkapkan rencana untuk bertemu langsung dengan George. Pertemuan itu, menurut Trump, menjadi bagian dari upayanya memastikan arah kebijakan ibu kota tetap sejalan dengan kepentingan nasional.
"Pemerintahan saya tidak akan membiarkan Washington, DC, mengalami kemunduran," ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa Washington, DC, telah menjadi kota yang lebih aman berkat berbagai upaya penurunan angka kejahatan dan pembaruan kawasan perkotaan. Pernyataan ini disampaikan dengan nada tegas, seolah ingin menekankan bahwa pencapaian tersebut tidak boleh terusik oleh kebijakan yang dianggapnya radikal.
Di lapangan, para pengamat politik mencatat bahwa serangan Trump terhadap George merupakan bagian dari strategi yang lebih luas. Dengan menyasar kandidat Demokrat di ibu kota, Trump mencoba memperkuat citranya sebagai pemimpin yang peduli pada keamanan publik. Namun, tuduhan tanpa bukti seperti ini kerap menuai kritik dari lawan politiknya yang menilai Trump hanya ingin mengalihkan perhatian dari isu-isu lain.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Amankan Sopir Truk Rem Blong di Bekasi, Satu Tewas dan Lima Luka-Luka
Jepang Tantang Brasil di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Ambisi Samurai Biru Diuji Tim Samba
Pemerintah Resmi Turunkan Harga LNG Industri Jadi USD13 per MMBTU untuk Cegah PHK
22 BUMN Raup Laba Bersih Hingga April 2026, Krakatau Steel hingga Kimia Farma Bangkit dari Kerugian