Ledakan Bom Paket di Apartemen Mewah Monako Targetkan Miliarder Ukraina, Pelaku Diduga Kabur ke Prancis

- Selasa, 30 Juni 2026 | 08:50 WIB
Ledakan Bom Paket di Apartemen Mewah Monako Targetkan Miliarder Ukraina, Pelaku Diduga Kabur ke Prancis
PARADAPOS.COM - Sebuah ledakan keras mengguncang kawasan permukiman elit di Monako pada Senin malam, menargetkan seorang miliarder asal Ukraina. Vadym Yermolaiev, bersama istri dan putra mereka yang masih berusia 13 tahun, menjadi korban dalam insiden yang diduga kuat merupakan aksi teror menggunakan bom paket. Peristiwa ini terjadi di apartemen keluarga tersebut yang berlokasi di Rue Révérend Père Louis Frolla. Otoritas setempat masih memburu pelaku yang dilaporkan telah melarikan diri ke Prancis, sementara penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap motif di balik serangan ini.

Ledakan di Apartemen Mewah

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026, berdasarkan laporan yang dihimpun dari media asing. Bom paket yang digunakan dalam serangan tersebut bukanlah bahan peledak biasa. Sumber investigasi menyebutkan, paket itu sengaja diisi dengan serpihan logam tajam, seperti baut dan pelet, yang dirancang untuk memaksimalkan daya ledak dan luka yang ditimbulkan. Saat ledakan terjadi, ketiga korban sedang berada di dalam apartemen. Yermolaiev dan sang istri disebut mengalami luka kritis akibat hantaman serpihan. Sementara itu, putra mereka yang masih berusia 13 tahun juga tak luput dari luka-luka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak rumah sakit mengenai perkembangan kondisi terkini para korban.

Pelaku Kabur, Pangeran Monako Bereaksi

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi Monako menduga pelaku meninggalkan sebuah ransel yang sudah dipenuhi bahan peledak di depan pintu masuk apartemen. Setelah memastikan ledakan terjadi, pelaku langsung melarikan diri dan diduga kuat telah menyeberang ke wilayah Prancis. Identitas serta motif pelaku masih menjadi teka-teki yang coba dipecahkan oleh aparat. Menanggapi insiden yang mengguncang negara mungil yang terkenal aman itu, Pangeran Monako Albert II angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, ia mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai "kejahatan yang keji." Ia juga menegaskan bahwa seluruh aparat keamanan dan layanan negara telah dikerahkan. "Kami akan memastikan keamanan di seluruh wilayah Monako dan menangani insiden ini dengan serius," ujarnya, menekankan komitmen penuh pihak kerajaan dalam mengusut tuntas kasus ini.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar