PDI Perjuangan TTU Nonaktifkan Kadernya Veronika Lake Terkait Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha

- Selasa, 30 Juni 2026 | 14:25 WIB
PDI Perjuangan TTU Nonaktifkan Kadernya Veronika Lake Terkait Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha
PARADAPOS.COM - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) resmi menonaktifkan sementara kadernya, Veronika Lake, dari seluruh aktivitas kepartaian dan tugas di DPRD. Keputusan ini diambil sebagai langkah etik menyusul dugaan keterlibatannya dalam kasus intimidasi terhadap almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang dikenal sebagai dr. Icha. Langkah tegas ini diumumkan pada Selasa, 30 Juni 2026, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Sikap Etis Partai Menunggu Proses Hukum

Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDI Perjuangan TTU, Carolus Sonbay, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral partai dalam menjaga integritas organisasi. Pihaknya menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah bentuk penghakiman terhadap kader yang bersangkutan. "DPC PDI Perjuangan TTU memutuskan untuk menonaktifkan sementara Ibu Veronika Lake dari seluruh kegiatan kepartaian dan aktivitas di DPRD TTU sampai proses pemeriksaan di kepolisian maupun Badan Kehormatan DPRD selesai," kata Carolus Sonbay melalui keterangan tertulis. Ia menambahkan bahwa penonaktifan ini tidak berarti yang bersangkutan telah terbukti bersalah. Partai tetap menghormati proses hukum dan etik yang sedang berjalan. Suasana di sekretariat partai tampak tenang, namun di balik itu, keputusan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan kader dan masyarakat setempat.

Belasungkawa dan Desakan Pengusutan Kasus

Dalam pernyataan sikapnya, DPC PDI Perjuangan TTU juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya dr. Icha. Partai dengan tegas mengutuk segala bentuk intimidasi, tekanan, maupun penyalahgunaan kewenangan, terutama yang menyasar tenaga kesehatan yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan. DPC PDI Perjuangan TTU mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan kasus ini secara profesional, transparan, objektif, dan tanpa pandang bulu. Tujuannya jelas: agar seluruh fakta dapat terungkap ke permukaan. Selain itu, partai meminta seluruh kader untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memperkeruh suasana serta menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung. "Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal proses hukum ini agar berjalan adil dan bermartabat," ujar Carolus, seraya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kondusif dan menghormati keluarga almarhumah.

Klarifikasi Veronika Lake: Kehadiran Tak Direncanakan

Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan, Veronika Lake angkat bicara. Ia memberikan klarifikasi terkait namanya yang ikut disebut dalam perbincangan publik mengenai peristiwa di RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026, yang dikaitkan dengan meninggalnya dr. Icha. "Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dokter Icha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga diberi kekuatan," ujar Veronika dengan nada penuh penyesalan. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di RS Leona terjadi secara tidak direncanakan. Saat itu, ia baru saja mengikuti kegiatan bersama rombongan DPRD TTU. Dalam perjalanan pulang, rombongan singgah di rumah sakit untuk menjenguk pasien yang merupakan kerabat salah satu anggota DPRD. "Saya ikut karena kebetulan satu kendaraan. Kehadiran saya bukan kunjungan yang direncanakan," katanya.

Penjelasan soal Perdebatan di IGD

Veronika menuturkan, saat berada di IGD, telah terjadi perdebatan antara dua rekannya dan pihak dokter. Ia kemudian ikut menanyakan penanganan serta pelayanan terhadap pasien. Suasana di ruang gawat darurat saat itu digambarkan cukup tegang, dengan suara-suara yang meninggi. Terkait ucapannya "panggil wartawan saja" yang menjadi sorotan publik, ia menegaskan bahwa pernyataan itu bukan ditujukan kepada dokter secara pribadi. "Itu saya maksudkan agar ada perhatian publik terhadap transparansi dan evaluasi pelayanan rumah sakit, bukan kepada pribadi dokter," jelasnya. Ia juga menyebut bahwa persoalan di lokasi saat itu telah diselesaikan oleh manajemen rumah sakit bersama pihak terkait. Bahkan, ada permohonan maaf dari rekan-rekannya kepada pihak rumah sakit dan almarhumah. "Saya menghormati proses yang berjalan dan siap memberikan keterangan bila diperlukan," ujar Veronika, menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan jika dibutuhkan keterangan lebih lanjut oleh aparat.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar