PARADAPOS.COM - Pantai Gading bersiap menorehkan sejarah baru di Piala Dunia 2026 saat berhadapan dengan Norwegia pada babak 32 besar. Laga yang mempertemukan dua tim dengan misi berbeda ini akan digelar di Stadion AT&T, Arlington, Dallas, pada Rabu, 1 Juli 2026, dini hari WIB. Bagi Pantai Gading, ini adalah pertama kalinya mereka menembus fase gugur setelah finis sebagai runner-up Grup E di bawah Jerman. Namun, langkah mereka terganjal Norwegia yang datang dengan percaya diri tinggi, mengingat ini adalah penampilan pertama mereka di Piala Dunia sejak 1998.
Perjalanan ke Babak Gugur
Pantai Gading melangkah ke fase ini dengan modal solid. Tim asuhan Emerse Faé hanya kebobolan dua gol sepanjang babak grup, menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan terbaik di turnamen. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang mereka saat melawan Jerman, yang kemudian justru tersingkir secara mengejutkan oleh Paraguay. Sebaliknya, Norwegia datang dengan catatan bertolak belakang. Tim besutan Stale Solbakken memenangi dua laga awal grup sebelum dihajar Prancis 1-4 pada pertandingan terakhir, di mana mereka menurunkan pemain lapis kedua.
Ancaman dari Ujung Tombak
Norwegia memiliki senjata pamungkas yang nyaris tak terbendung: Erling Haaland. Striker Manchester City itu telah mengoleksi empat gol dari sembilan tembakan, dengan enam di antaranya tepat sasaran. Haaland menjadi mesin gol utama Norwegia di turnamen ini, menyumbang separuh dari total delapan gol timnya. Sisanya dicetak oleh Thelo Aasgaard, Leo Ostigard, dan Marcus Holmgren Pedersen, plus satu gol bunuh diri lawan.
“Haaland adalah pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap. Kami harus sangat waspada terhadap pergerakannya,” ujar salah satu staf pelatih Pantai Gading yang enggan disebutkan namanya.
Namun, Haaland tidak bermain saat Norwegia kalah telak dari Prancis. Ia duduk di bangku cadangan, sehingga ketajamannya di laga-laga krusial belum teruji sepenuhnya di turnamen ini. Di level klub, ia tetap menjadi andalan dengan torehan 27 gol dan delapan assist dalam 35 pertandingan bersama Manchester City.
Kolektivitas Melawan Individualitas
Pantai Gading justru mengandalkan permainan kolektif. Dari empat gol yang mereka cetak, Nicolas Pepe menjadi yang paling menonjol dengan dua gol. Amad Diallo dan Franck Kessie masing-masing menyumbang satu gol. Pertahanan rapat yang hanya kebobolan dua gol menjadi fondasi utama mereka.
“Kami bukan tim yang bergantung pada satu pemain. Kekuatan kami ada di kebersamaan dan serangan balik cepat,” tutur salah satu pemain Pantai Gading.
Statistik menunjukkan Pantai Gading baru bermain 13 pertandingan di Piala Dunia dengan catatan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan enam kekalahan. Mereka mencetak 18 gol dan kebobolan 16 kali. Sementara Norwegia, dalam 11 pertandingan Piala Dunia, mencatat empat kemenangan, tiga imbang, dan empat kekalahan, dengan total 15 gol dan 15 kebobolan.
Strategi yang Berbeda
Pertandingan ini akan menjadi duel antara dua pendekatan yang kontras. Norwegia diprediksi tampil menekan sejak awal, memanfaatkan insting mencetak gol Haaland. Sebaliknya, Pantai Gading akan mengedepankan kolektivitas dan mengandalkan kecepatan pemain sayap untuk melancarkan serangan balik. Pertahanan kokoh mereka akan menjadi kunci untuk meredam agresivitas Norwegia.
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Bagi Pantai Gading, ini adalah panggung untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi. Bagi Norwegia, ini adalah kesempatan untuk menebus kegagalan di masa lalu dan menunjukkan bahwa mereka telah kembali sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
IESR Desak Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan B50 karena Berpotensi Membengkakkan Biaya Energi dan Ganggu Pasokan Pangan
Laba Bersih PT Ingria Pratama Capitalindo Melonjak 32,21 Persen di 2025, Didorong Penjualan Rumah Subsidi
Kebakaran Landa TPA Jatiwaringin Tangerang, 50 Petugas Dikerahkan Padamkan Api Selama 9 Jam
DPR Buka Pintu untuk Usulan RUU Pidana LGBT dari MUI, Tunggu Naskah Akademik