PARADAPOS.COM - Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, sejak Selasa pagi, 30 Juni 2026. Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku menjinakkan si jago merah hingga malam hari, dengan luas area terbakar diperkirakan mencapai dua hektare. Kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah akses lokasi yang sulit dijangkau serta hembusan angin kencang yang mempercepat rambatan api.
Pemadaman Berlangsung Lebih dari Sembilan Jam
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tangerang menerima laporan pertama sekitar pukul 11.10 WIB. Hingga pukul 21.32 WIB, proses pemadaman masih terus berlangsung. Seorang petugas Damkar yang dikonfirmasi pada malam itu menyebutkan bahwa intensitas api mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
"Untuk pemadaman masih berlangsung, intensitas api berangsur padam," jelasnya.
Namun, perjuangan di lapangan tidaklah mudah. Medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas.
"Untuk kendala karena akses lokasi sulit dijangkau unit. Untuk situasi saat ini mulai kondusif," ujarnya.
10 Unit Damkar dan Satu Ambulans Dikerahkan
Upaya pemadaman dilakukan secara masif. Damkar menurunkan total sepuluh unit mobil pemadam yang didatangkan dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. Tak hanya itu, sebanyak 50 personel pemadam dikerahkan, dan satu unit ambulans relawan juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Total 10 unit mobil pemadam, 50 anggota pemadam dan 1 unit ambulans," ungkap petugas tersebut.
Objek yang terbakar adalah tumpukan sampah. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dan kronologi kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas melaporkan bahwa kepulan asap pekat muncul akibat suhu panas yang bereaksi dengan air siraman. Meski api mulai padam, penyemprotan area kebakaran tetap dilakukan secara intensif.
Api Meluas hingga Dua Hektare Akibat Angin Kencang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, memberikan keterangan lebih lanjut mengenai luasnya dampak kebakaran. Menurutnya, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari dua hektare.
"Kalau ditotal mungkin bisa lebih dari dua hektare luasannya. Yang posisinya kebakaran itu dari titik api kecil di sebelah barat tadi pagi, kemudian ditangani oleh petugas internal kami," tuturnya.
Ujat menjelaskan bahwa titik api pertama kali terdeteksi sejak pagi hari oleh petugas TPA. Mereka melihat kepulan asap dari arah utara lokasi penimbunan sampah. Sayangnya, kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor yang memperparah situasi. Suhu panas dari matahari dan hembusan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke area yang lebih luas.
"Angin hembusannya cukup kencang, sehingga itu menyulitkan, berkejaran dengan petugas untuk proses pemadaman," pungkasnya.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
AC Milan Rekrut Goncalo Ramos dari PSG dengan Rekor Transfer 74 Juta Euro
IESR Desak Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan B50 karena Berpotensi Membengkakkan Biaya Energi dan Ganggu Pasokan Pangan
Laba Bersih PT Ingria Pratama Capitalindo Melonjak 32,21 Persen di 2025, Didorong Penjualan Rumah Subsidi
DPR Buka Pintu untuk Usulan RUU Pidana LGBT dari MUI, Tunggu Naskah Akademik