PARADAPOS.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Indonesia. Pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah memfasilitasi 150 ribu guru yang belum memiliki gelar sarjana untuk menempuh pendidikan Strata 1 (S1) atau Diploma 4 (D4). Program afirmasi ini menyasar guru dengan kualifikasi D1, D2, dan D3, menggunakan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) agar pengalaman mengajar mereka dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Selain itu, Kemendikdasmen juga menggenjot kompetensi teknis pengajar melalui pelatihan intensif, termasuk metode deep learning, bimbingan konseling, bahasa Inggris, hingga kecerdasan buatan (AI) dan akuaponik.
Beasiswa dan Sistem RPL untuk Guru
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan kebijakan ini di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis, 2 Juli 2026. "Pada tahun ini, kita menyediakan beasiswa Rp3 juta per semester bagi masing-masing guru yang belum berpendidikan S1 untuk mengikuti program pendidikan S1," jelasnya.
Program ini dirancang untuk menghargai masa bakti para guru. Dengan sistem RPL, pengalaman mengajar mereka yang sudah bertahun-tahun tidak lagi dianggap sia-sia. "Program ini dikhususkan bagi para guru yang belum berpendidikan D4 atau S1 untuk mengikuti program pendidikan S1 dengan sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL) yang disediakan beasiswa bagi para tenaga pengajar ini," tutur Abdul Mu’ti.
Pelatihan Kompetensi untuk Guru
Selain mendongkrak kualifikasi akademik, Kemendikdasmen bergerak simultan dengan menggenjot kompetensi teknis pengajar. Langkah ini diambil agar kemampuan para pendidik linier dengan tuntutan kurikulum modern. "Dalam meningkatkan kualifikasi guru ini, kita juga melakukan berbagai pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dan akademik para pahlawan tanda jasa ini," ungkapnya.
Sepanjang tahun ini, ada lima pelatihan strategis yang wajib diikuti guru. Pertama, metode pembelajaran mendalam (deep learning). Kedua, pelatihan Bimbingan Konseling (BK), mengingat ke depan seluruh wali kelas dituntut mengemban fungsi sebagai guru BK di kelasnya.
Persiapan Menyambut Tahun 2027
Kementerian juga menggelar pelatihan bahasa Inggris intensif. Ini sebagai persiapan menyambut tahun 2027, di mana bahasa Inggris akan resmi menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Tak ketinggalan, pelatihan Sport Education Model (SEM) untuk memperbarui metode pendidikan olahraga.
"Pada tahun ini, kita juga melatih para guru menguasai kecerdasan buatan (AI) dan akuaponik (ponik). Saat ini, AI dan ponik masih menjadi mata pelajaran pilihan, namun ke depannya jika jumlah gurunya sudah memadai maka AI dan ponik menjadi mata pelajaran wajib mulai sekolah dasar kelas lima SD," ujar Abdul Mu’ti.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemegang Saham Setujui Seluruh Agenda RUPST Agrinas Jaladri, Perusahaan Fokus Perkuat Fondasi Bisnis Perikanan
Pesawat Sipil Hilang Kontak di Papua, Diduga Dibakar KKB di Yahukimo
Kejagung Tetapkan Perwira Polri Aktif sebagai Tersangka Baru Korupsi Makan Bergizi Gratis, Libatkan Oknum TNI
Kejagung Usut Kolonel TNI Aktif dalam Kasus Korupsi Program Makan Bergizi Gratis