Kemendikdasmen Siapkan Beasiswa S1 dan Pelatihan AI untuk 150 Ribu Guru pada 2026

- Kamis, 02 Juli 2026 | 13:50 WIB
Kemendikdasmen Siapkan Beasiswa S1 dan Pelatihan AI untuk 150 Ribu Guru pada 2026
PARADAPOS.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Indonesia. Pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah memfasilitasi 150 ribu guru yang belum memiliki gelar sarjana untuk menempuh pendidikan Strata 1 (S1) atau Diploma 4 (D4). Program afirmasi ini menyasar guru dengan kualifikasi D1, D2, dan D3, menggunakan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) agar pengalaman mengajar mereka dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Selain itu, Kemendikdasmen juga menggenjot kompetensi teknis pengajar melalui pelatihan intensif, termasuk metode deep learning, bimbingan konseling, bahasa Inggris, hingga kecerdasan buatan (AI) dan akuaponik.

Beasiswa dan Sistem RPL untuk Guru

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan kebijakan ini di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis, 2 Juli 2026. "Pada tahun ini, kita menyediakan beasiswa Rp3 juta per semester bagi masing-masing guru yang belum berpendidikan S1 untuk mengikuti program pendidikan S1," jelasnya. Program ini dirancang untuk menghargai masa bakti para guru. Dengan sistem RPL, pengalaman mengajar mereka yang sudah bertahun-tahun tidak lagi dianggap sia-sia. "Program ini dikhususkan bagi para guru yang belum berpendidikan D4 atau S1 untuk mengikuti program pendidikan S1 dengan sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL) yang disediakan beasiswa bagi para tenaga pengajar ini," tutur Abdul Mu’ti.

Pelatihan Kompetensi untuk Guru

Selain mendongkrak kualifikasi akademik, Kemendikdasmen bergerak simultan dengan menggenjot kompetensi teknis pengajar. Langkah ini diambil agar kemampuan para pendidik linier dengan tuntutan kurikulum modern. "Dalam meningkatkan kualifikasi guru ini, kita juga melakukan berbagai pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dan akademik para pahlawan tanda jasa ini," ungkapnya. Sepanjang tahun ini, ada lima pelatihan strategis yang wajib diikuti guru. Pertama, metode pembelajaran mendalam (deep learning). Kedua, pelatihan Bimbingan Konseling (BK), mengingat ke depan seluruh wali kelas dituntut mengemban fungsi sebagai guru BK di kelasnya.

Persiapan Menyambut Tahun 2027

Kementerian juga menggelar pelatihan bahasa Inggris intensif. Ini sebagai persiapan menyambut tahun 2027, di mana bahasa Inggris akan resmi menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Tak ketinggalan, pelatihan Sport Education Model (SEM) untuk memperbarui metode pendidikan olahraga. "Pada tahun ini, kita juga melatih para guru menguasai kecerdasan buatan (AI) dan akuaponik (ponik). Saat ini, AI dan ponik masih menjadi mata pelajaran pilihan, namun ke depannya jika jumlah gurunya sudah memadai maka AI dan ponik menjadi mata pelajaran wajib mulai sekolah dasar kelas lima SD," ujar Abdul Mu’ti.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar