Pemerintah Bentuk Komite Kebijakan Sektor Ketenagakerjaan dan Pendidikan untuk Optimalkan Bonus Demografi

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:25 WIB
Pemerintah Bentuk Komite Kebijakan Sektor Ketenagakerjaan dan Pendidikan untuk Optimalkan Bonus Demografi
PARADAPOS.COM - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama beberapa kementerian terkait tengah merancang pembentukan Komite Kebijakan Sektor Ketenagakerjaan dan Pendidikan (K3P). Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan bonus demografi secara berkelanjutan. Sekretaris Kemendukbangga Budi Setiyono mengungkapkan, pembicaraan lintas kementerian dan lembaga telah dilakukan guna mengimplementasikan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan di sektor ketenagakerjaan dan pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan mendukung konstruksi yang disusun Presiden Prabowo untuk mempercepat Indonesia menuju negara maju serta mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Mengkapitalisasi Bonus Demografi

Budi Setiyono menjelaskan, peta jalan tersebut dirancang sebagai upaya mengkapitalisasi bonus demografi. Surplus penduduk usia produktif harus dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pihaknya menginisiasi rencana aksi bersama di kedua sektor tersebut. Tujuannya, memetakan jumlah tenaga kerja, kebutuhan kompetensi, serta kapasitas serapan pasar secara presisi melalui Komite K3P. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya bisa diwujudkan jika terjadi kesesuaian antara sektor pendidikan dan tenaga kerja. Perhitungan yang presisi mulai dari hulu sampai hilir sangat dibutuhkan. Dengan begitu, penduduk di usia produktif dapat terserap secara optimal.

Dinamika Dunia Kerja dan Tantangan Digitalisasi

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengemukakan, dinamika dunia kerja ke depan masih sangat banyak. Mulai dari penyelarasan ketidaksesuaian keterampilan, kondisi sektor informal, hingga adanya tantangan digitalisasi dengan kecerdasan buatan atau AI. Hal ini mendorong terjadinya pergeseran ke jenis pekerjaan baru. "Penyusunan employment outlook menjadi sangat penting sebagai instrumen navigasi guna melihat peta pasar kerja di masa depan. Data tersebut nantinya dapat digunakan oleh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang tepat sasaran," ucap Anwar.

Sinergi Lintas Sektor untuk Kurikulum Masa Depan

Menyikapi langkah kolaboratif tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) M. Samsuri menyatakan, sinergi lintas sektor akan menjadi potret penting dalam menyusun kurikulum masa depan yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja. Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi pendidikan tinggi, khususnya jalur vokasi, sebagai jembatan kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) milik Kemenaker. Melalui sinkronisasi ini, diharapkan penguatan kualitas SDM perguruan tinggi dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan nyata di industri.

Dukungan dari Sektor Industri

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Sidik Herman, menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi dan sinergi lintas kementerian serta lembaga ini. Pihaknya berkomitmen agar sektor industri dapat ikut berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberhasilan program besar yang diproyeksikan menjadi agenda nasional tersebut.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar