Peringatan Panas Ekstrem di AS Jelang HUT ke-250, Perayaan di Washington DC Dibatalkan

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:50 WIB
Peringatan Panas Ekstrem di AS Jelang HUT ke-250, Perayaan di Washington DC Dibatalkan
PARADAPOS.COM - Gelombang panas ekstrem melanda Amerika Serikat tepat saat negara itu bersiap merayakan Hari Kemerdekaan ke-250 pada 4 Juli. Badan Layanan Cuaca Nasional mencatat sekitar 160 juta warga berada di bawah peringatan panas ekstrem pada Jumat (3/7/2026) waktu setempat, dengan suhu mendekati rekor tertinggi di wilayah timur. Akibatnya, sejumlah acara perayaan di Washington DC dan sekitarnya terpaksa ditunda atau dibatalkan demi keselamatan publik.

Perayaan di National Mall Terhenti Akibat Panas

Di National Mall, hamparan rumput luas yang membentang dari gedung Kongres hingga Monumen Washington, acara perayaan sempat dihentikan sementara pada Jumat siang. Seorang wanita muda terlihat menderita kelelahan akibat cuaca panas dan harus dievakuasi oleh paramedis yang berjaga di lokasi. "Sepertinya ini orang ke-30," ujar seorang staf acara di lokasi. "Mereka mungkin harus menutup (acara) ini." Kurang dari 90 menit kemudian, prediksi staf itu terbukti benar. Penyelenggara resmi menghentikan seluruh rangkaian acara perayaan. Parade Hari Kemerdekaan tahunan di Washington, DC yang dijadwalkan pada Sabtu pagi juga dibatalkan. "Karena cuaca panas ekstrem," jelas penyelenggara dalam pernyataan resmi.

Indeks Panas di New York Capai 41 Derajat Celcius

Di Kota New York, situasi tak kalah genting. Indeks panas tercatat mencapai 105 derajat Fahrenheit atau sekitar 41 derajat Celcius pada Jumat siang. Angka ini memang sedikit di bawah prediksi awal badan cuaca yang memperkirakan suhu bisa menyentuh 115 derajat Fahrenheit, namun tetap membahayakan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Badan Layanan Cuaca Nasional memperingatkan bahwa fenomena ini belum berakhir. "Banyak rekor suhu harian diperkirakan akan terjadi hari ini dan Hari Kemerdekaan, dengan beberapa rekor harian berturut-turut, bulanan, dan sepanjang masa mungkin terjadi," ungkap perwakilan badan tersebut. Kondisi ini memaksa otoritas setempat untuk terus memantau perkembangan suhu dan mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam puncak panas di siang hari.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar