PARADAPOS.COM - Jakarta, 4 Juli 2026. Di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik dan fragmentasi ekonomi, industri asuransi justru menunjukkan ketahanan. Laporan Allianz Global Insurance Report 2026 memperkirakan premi asuransi global tumbuh 7,1 persen menjadi EUR6,9 triliun sepanjang 2025, dengan tambahan premi EUR456 miliar. Meskipun laju ini sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut masih berada di atas rata-rata pertumbuhan dekade terakhir. Pasar Indonesia sendiri mencatat pertumbuhan 11 persen dengan total premi mencapai EUR15,8 miliar, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi.
Pertumbuhan Global Melambat, Namun Tetap Solid
Secara sektoral, asuransi jiwa masih mendominasi dengan total premi EUR2.861 miliar, disusul asuransi umum sebesar EUR2.320 miliar, dan asuransi kesehatan yang mencapai EUR1.688 miliar. Yang menarik, pasar asuransi kerugian global mulai menunjukkan tanda-tanda normalisasi. Setelah periode kenaikan harga yang panjang, pertumbuhan premi di segmen ini hanya mencapai 3,8 persen pada 2025. Angka ini jauh di bawah lonjakan 8,5 persen pada tahun sebelumnya dan juga di bawah rata-rata pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sepuluh tahun sebesar 5,6 persen. Stabilnya inflasi klaim dan matangnya siklus harga menjadi faktor utama di balik perlambatan ini.
Asia: Mesin Pertumbuhan Baru Industri Asuransi
Pergeseran peta kekuatan industri asuransi kian terlihat jelas. Kawasan Asia, menurut catatan Allianz Research, telah menjadi motor pertumbuhan utama. Faktor pendorongnya beragam, mulai dari meningkatnya kebutuhan perlindungan, tingginya tingkat tabungan masyarakat, hingga perubahan demografi yang signifikan.
Premi asuransi jiwa di Asia melonjak 9,9 persen pada 2025. Tiongkok menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 11,4 persen. Asia pun kokoh sebagai pasar asuransi jiwa terbesar di dunia. Kondisi ini tidak lepas dari faktor struktural seperti populasi yang menua, budaya menabung yang kuat, serta sistem pensiun publik yang dinilai masih belum sepenuhnya komprehensif.
Di sisi lain, asuransi kesehatan muncul sebagai bintang pertumbuhan struktural. Secara global, premi asuransi kesehatan meningkat 12,3 persen pada 2025. Ini merupakan laju pertumbuhan terkuat yang tercatat sejak 2014.
Indonesia: Penetrasi Rendah, Potensi Besar
Bagaimana dengan Indonesia? Pasar asuransi tanah air tumbuh 11 persen dengan total premi EUR15,8 miliar. Angka ini, menurut Allianz, menjadi cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jiwa, kesehatan, dan aset.
“Pertumbuhan industri asuransi Indonesia yang terus berlanjut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan, baik untuk jiwa, kesehatan, maupun aset,” ujar Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti celah besar yang masih terbuka lebar. Dengan tingkat penetrasi asuransi yang relatif rendah, Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan untuk memperluas akses proteksi.
“Seiring dengan terus meningkatnya biaya layanan kesehatan, menjaga premi asuransi kesehatan agar tetap berkelanjutan dan terjangkau menjadi semakin penting untuk memastikan akses jangka panjang terhadap perlindungan yang berkualitas,” jelasnya.
Prospek Jangka Panjang: Optimisme di Tengah Tantangan
Ke depan, prospek industri asuransi global tetap bertumbuh. Pasar diperkirakan tumbuh sebesar 5,3 persen per tahun dalam satu dekade ke depan, sedikit di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.
Untuk Indonesia, prospeknya bahkan lebih cerah. Tingkat penetrasi asuransi yang masih rendah, yaitu 1,3 persen terhadap PDB, menandakan adanya kebutuhan yang belum terpenuhi. Alhasil, pertumbuhan tahunan secara keseluruhan diperkirakan mencapai 8,2 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nominal yang sebesar 7,6 persen.
Sementara itu, untuk asuransi kerugian, pertumbuhan global diperkirakan mencapai 4,7 persen hingga 2036. Di Indonesia, segmen ini diproyeksikan tumbuh sebesar 7,3 persen. Kebutuhan akan perlindungan yang semakin mengglobal menjadi pendorong utama solidnya pertumbuhan di hampir seluruh pasar.
Allianz Research juga tetap optimistis terhadap prospek asuransi jiwa. Segmen ini diperkirakan tumbuh 4,9 persen per tahun secara global, ditopang oleh tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Khusus untuk Indonesia, pertumbuhan asuransi jiwa diproyeksikan mencapai 7,9 persen.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
AHY Ajak Publik Pilih Logo HUT ke-25 Partai Demokrat Lewat Voting Terbuka
GoTo Pastikan Penyesuaian Organisasi Tokopedia Tak Berdampak Material pada Keuangan Perusahaan
Indonesia Kirim Dubes di Teheran Wakili Negara dalam Pemakaman Ayatollah Khamenei
Peringatan Panas Ekstrem di AS Jelang HUT ke-250, Perayaan di Washington DC Dibatalkan