PARADAPOS.COM - Universitas Airlangga (Unair) membuka rekrutmen Calon Dosen Tetap Tahun 2026 dengan total 55 formasi yang tersebar di berbagai fakultas, mulai dari Kedokteran, Hukum, Ekonomi, hingga Sekolah Pascasarjana. Pendaftaran dibuka secara daring mulai 30 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan proses seleksi yang terdiri dari lima tahapan dan tidak dipungut biaya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Unair untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat. Sebelum membahas lebih jauh soal teknis pendaftaran, ada baiknya kita mengenal dulu profil singkat kampus kebanggaan Surabaya ini.
Profil Singkat Universitas Airlangga
Berdiri pada 10 November 1954, Unair menjadi perguruan tinggi negeri ketiga di Indonesia setelah Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Nama Airlangga sendiri diambil dari seorang raja besar pada abad XI yang dikenal arif, bijaksana, dan berhasil mempersatukan wilayah di kawasan Timur Indonesia.
Kampus yang berlokasi di Surabaya ini kini berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Milik Negara (PTN-BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2006. Unair terus berkembang dengan menaungi berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Kedokteran yang menjadi cikal bakal berdirinya kampus hingga Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) yang dibentuk pada November 2019 untuk memperkuat bidang keteknikan.
Formasi dan Tahapan Seleksi
Formasi yang dibuka kali ini cukup beragam. Untuk jenjang Sp-1 di Fakultas Kedokteran, tersedia bidang seperti Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular, Urologi, Radiologi, hingga Gizi Klinik. Sementara itu, formasi jenjang S2 dan S3 tersebar di Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, serta Sekolah Pascasarjana.
Proses seleksi akan dilaksanakan dalam lima tahapan. Dimulai dari seleksi administrasi, Tes Potensi Akademik (TPA), asesmen psikologi, micro teaching dan interview manajemen, hingga tes kesehatan. Seluruh proses ini dipastikan tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.
Persyaratan Umum
Bagi yang berminat, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Pelamar harus merupakan Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kualifikasi pendidikan S2/Sp-1 atau S3/Sp-2 dari program studi dan perguruan tinggi dalam negeri terakreditasi A/Unggul, atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui Kemendiktisaintek. IPK S1/Profesi, S2/S3, Sp-1/Sp-2 masing-masing minimal 3,50.
Batas usia per 30 Juni 2026 adalah maksimal 35 tahun untuk kualifikasi S2/Sp-1, dan maksimal 40 tahun untuk kualifikasi Sp-2/S3. Pelamar juga harus memiliki nilai TOEFL minimal 500 atau IELTS minimal 6 yang dikeluarkan Lembaga Bahasa pada perguruan tinggi negeri atau lembaga internasional (ETS-TOEFL ITP). Diutamakan yang memiliki H-Indeks Scopus.
Persyaratan lain mencakup bebas narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya; berkelakuan baik dan tidak pernah terlibat kasus hukum berkekuatan tetap; tidak pernah diberhentikan tidak hormat sebagai ASN/TNI/Polri/pegawai swasta; tidak berstatus CASN/ASN atau terikat perjanjian kerja maupun ikatan dinas dengan instansi lain; serta tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik.
Yang tak kalah penting, pelamar bersedia menjalani ikatan dinas di Unair selama sepuluh tahun sejak diangkat sebagai calon dosen tetap.
Tata Cara Pendaftaran
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman rekrutmen.sdm.unair.ac.id sesuai jadwal yang telah ditentukan. Setiap pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu formasi. Berkas kelengkapan yang wajib diunggah antara lain pas foto berwarna format jpeg dengan ketentuan wajah menghadap ke depan, terlihat jelas, berpakaian formal, dan berlatar belakang warna biru; identitas diri berupa KTP atau paspor yang masih berlaku; ijazah pendidikan sesuai formasi yang dilamar; transkrip nilai yang menunjukkan IPK; SK Penyetaraan ijazah bagi lulusan luar negeri; sertifikat Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi; sertifikat TOEFL/IELTS; surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit pemerintah; serta surat keterangan bebas narkoba, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya dari rumah sakit pemerintah.
Selain itu, pelamar juga harus mengunggah surat pernyataan bermeterai Rp10.000 terkait status tidak pernah diberhentikan tidak hormat sebagai ASN/anggota TNI/Polri/pegawai swasta; surat pernyataan bermeterai Rp10.000 terkait status tidak sedang menjadi CASN/ASN maupun tidak terikat perjanjian atau kontrak kerja dengan instansi lain; serta surat pernyataan bermeterai Rp10.000 terkait status tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik. Khusus tiga poin terakhir, dokumen surat pernyataan dapat diunduh langsung melalui laman rekrutmen.sdm.unair.ac.id. Seluruh berkas kelengkapan wajib diunggah dalam format PDF.
Jadwal dan Informasi Penting
Pendaftaran dibuka mulai 30 Juni hingga 19 Juli 2026. Unair turut mengingatkan bahwa peserta yang lolos seleksi akhir akan terikat kontrak selama sepuluh tahun. Apabila mengundurkan diri sebelum masa kontrak berakhir, maka akan dikenakan denda atau sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Setiap pelamar juga wajib memantau informasi secara mandiri. Kelalaian dalam hal ini menjadi tanggung jawab peserta seleksi sepenuhnya. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui portal Direktorat Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta, dan Pengembangan Organisasi Unair.
Bagi yang tertarik, segera siapkan berkas dan lakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang ditentukan.
Artikel Terkait
Dosen Doktor Lulusan Australia Gaji Pokok Rp2,6 Juta, Gugat UU Guru dan Dosen ke MK
Kapolri Langsung Pimpin Pelantikan Dua Pejabat Utama dan Enam Kapolda Baru
Polisi Lantas Tewas Tertabrak Truk Saat Bantu Sopir Mogok di Tol Joglo
Kepala Bakom: Penetapan TNI dan Polri Aktif Jadi Tersangka Korupsi MBG Bukti Hukum Tak Pandang Bulu