PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengeksekusi pembebasan lahan untuk proyek jalan baru yang menghubungkan Pasar Minggu dengan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Jalan yang akan dibangun ini posisinya sejajar dengan rel kereta api. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu, 5 Juli 2026, sejumlah bangunan di beberapa titik sudah diratakan dengan tanah, menandai dimulainya tahap persiapan fisik proyek yang telah mangkrak selama bertahun-tahun.
Proses Pembongkaran di Beberapa Titik
Pembebasan lahan terlihat dimulai dari Jalan Kemuning, tepat setelah perlintasan kereta dari arah BIN. Di sana, beberapa bangunan di sisi timur jalan sudah rata dengan tanah. Suasana kontras terlihat: ada dinding yang tinggal puing, namun di beberapa bagian masih ada sisa-sisa material bangunan yang berserakan.
Memasuki kawasan RT 7 RW 7 di Jalan Pagu Jaten, pemandangan serupa juga ditemui. Sejumlah rumah yang menempel di tembok pagar Stasiun Pasar Minggu mulai dibongkar. Tidak semuanya rata; beberapa rumah masih tampak utuh, sementara yang lain atapnya sudah hilang dan ruangan mulai dikosongkan. Barang-barang bekas masih terlihat menumpuk di lokasi.
Di RT 12 RW 7, proses pembongkaran berlangsung lebih masif. Bangunan yang letaknya mepet pagar parkir Stasiun Pasar Minggu dirobohkan. Dinding rumah hingga pagar beton tumbang. Beberapa warga terlihat sibuk mengumpulkan genteng dan memilah kayu-kayu bekas yang masih layak pakai.
Centang Biru Tanda Lunas
Rumah-rumah yang sudah dibongkar umumnya tidak berpenghuni lagi. Sebagai penanda, terdapat centang berwarna biru pada beberapa bangunan.
"Iya yang diceklis ini yang udah bayaran, udah lunas," kata Machwardi, warga RT 12, saat ditemui di lokasi.
Machwardi juga menambahkan, satu rumah yang sudah rata justru kerap dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Warga setempat kemudian berinisiatif menutup area tersebut dengan papan dan kayu agar tidak semakin kotor.
"Iya makanya ditutup biar gak ada yang buang lagi. Kalau nggak buru-buru diini (dieksekusi) nanti bisa makin banyak sampahnya," ujarnya.
Janji Gubernur untuk Proyek yang Mangkrak
Proyek jalan sejajar rel ini bukanlah wacana baru. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya berjanji akan menuntaskan pembangunan jalan tersebut. Ia menyebut proyek ini sudah berganti tujuh periode kepemimpinan gubernur tanpa pernah rampung.
Pernyataan itu disampaikan Pramono usai meninjau pembangunan flyover Latumenten, Jakarta Barat, pada Kamis, 2 Juli lalu. Ia menegaskan bahwa proyek jalan di Pasar Minggu kini menjadi prioritas Pemprov DKI.
"Saya termasuk yang berkali-kali diberi masukan yang berkaitan dengan jalan yang sejajar dengan rel kereta. Jalan yang sejajar dengan rel kereta di Pasar Minggu yang lewat BIN, itu kan sudah tujuh gubernur enggak selesai-selesai," kata Pramono.
Menurutnya, setelah berbagai persoalan besar seperti sengketa lahan Sumber Waras, penataan kawasan Jakarta International Stadium (JIS), dan proyek di Rasuna Said mulai terselesaikan, kini giliran proyek jalan sejajar rel tersebut yang menjadi fokus utama. Langkah pembebasan lahan yang mulai terlihat di lapangan menjadi sinyal bahwa janji itu mulai diwujudkan.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Mesir Tegaskan Tak Akan Normalisasi dengan Israel Sebelum Negara Palestina Berdiri
Biaya Rumah Sakit Rp500 Juta hingga Rp150 Juta Ditanggung Penuh, Nasabah Prudential Syariah Bersyukur Punya Proteksi
Meksiko vs Inggris di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Live Streaming FolaPlay dan MAXStream
Ketua Hisobi: Obesitas Bukan Soal Penampilan, Tapi Penyakit Serius yang Tingkatkan Risiko Kanker