Jakarta -
PARADAPOS.COM - Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, menghadiri upacara penghormatan terakhir bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Grand Mosalla Teheran pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kehadirannya merupakan bagian dari undangan resmi Pemerintah Iran kepada Indonesia, sebagai bentuk penghargaan diplomatik di tengah rangkaian prosesi pemakaman yang berlangsung sejak 3 hingga 9 Juli 2026 di berbagai kota di Iran dan Irak.
Dalam unggahan akun Instagram resmi KBRI Teheran, @indonesiaintehran, Senin (6/7/2026), terlihat Rolliansyah berada di area luar gedung bersama sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Iran. Cuplikan video memperlihatkan rombongan duta besar mengenakan kemeja hitam, berbaur dengan kerumunan. Di luar, sejumlah warga Iran tampak mengibarkan bendera nasional dan bendera merah, menambah suasana duka yang khusyuk.
Undangan dan Apresiasi dari Pemerintah Iran
Sebelum acara berlangsung, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia turut diundang dalam rangkaian pemakaman pemimpin tertinggi Iran tersebut. Pemerintah menyambut baik undangan itu dan menyampaikan apresiasi.
“Pemerintah RI menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas undangan Pemerintah Iran untuk hadir dalam rangkaian acara penghormatan kepada Almarhum Ayatullah Khamenei,” ujar juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, kepada wartawan, Sabtu (4/7).
Yvonne menambahkan, keputusan Indonesia untuk menunjuk Dubes Rolliansyah Soemirat sebagai perwakilan resmi disambut positif oleh pihak Iran. “Pada 2 Juli 2026, pihak Iran menyampaikan kepada seluruh perwakilan diplomatik yang ada di Iran bahwa acara penghormatan resmi akan dihadiri pejabat tinggi dari pemerintah pusat. Pihak Iran sampaikan apresiasi terhadap keputusan Pemerintah RI yang secara resmi menunjuk Dubes RI di Teheran untuk mewakili Indonesia,” jelasnya.
Kehadiran Delegasi Internasional
Rangkaian acara penghormatan terhadap Khamenei tidak hanya dihadiri oleh perwakilan Indonesia. Berdasarkan informasi resmi dari Pemerintah Iran, prosesi ini melibatkan delegasi dari berbagai negara. Mereka tampak memasuki ruangan upacara satu per satu, sementara pihak Iran melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang berbeda untuk setiap delegasi sebagai bentuk penghormatan.
Dari pantauan akun Instagram resmi kantor berita IRNA, Minggu (5/7), sejumlah negara seperti Qatar dan Arab Saudi turut mengirimkan delegasi. Langkah ini menarik perhatian, mengingat hubungan kedua negara dengan Iran sempat memanas akibat serangan balasan Iran ke fasilitas Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka. Ketua Dewan Syura Qatar mewakili Doha di Teheran, sementara Arab Saudi mengirimkan enam delegasi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Saudi, Waleed El Khereiji.
Selain itu, hadir pula Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili, Presiden Irak Nizar Amidi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, serta Wakil Ketua Komite Nasional Rakyat China He Wei. Sejumlah menteri dari Malaysia, Nikaragua, Kuba, dan Kazakhstan juga tercatat hadir. Tak ketinggalan, perwakilan dari Taliban, Houthi, hingga Hamas turut memberi penghormatan terakhir.
Suasana di lokasi tampak khidmat, di tengah cuaca super panas yang dilaporkan melanda Teheran. Meski demikian, warga Iran tetap ramai berdatangan, menunjukkan besarnya rasa hormat terhadap mendiang pemimpin mereka.
Artikel Terkait
Mantan Pengacara Gedung Putih Sebut Trump Lakukan Korupsi Terparah dalam Sejarah AS
Dosen Olahraga 67 Tahun Akui Olahraga Saja Tak Cukup, Hipertensi dan Kolesterol Baru Teratasi Setelah Ubah Pola Hidup Total
Prabowo Terima Kunjungan PM Singapura Lawrence Wong di Istana untuk Leaders’ Retreat Tahunan
Menteri Kehutanan Laporkan Penolakan Gratifikasi ke KPK Usai Terima Amplop dari Bupati Kuansing