PARADAPOS.COM - Argentina dan Mesir akan saling sikut di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa 7 Juli 2026 pukul 23.00 WIB di Mercedes-Benz Stadium. Laga ini mempertemukan dua kekuatan berbeda: ketajaman Lionel Messi yang sudah mengoleksi tujuh gol melawan distribusi serangan Mesir yang lebih merata. Secara statistik, Argentina unggul produktivitas dengan 11 gol berbanding enam gol Mesir, namun Mesir unggul dalam hal variasi pencetak gol.
Perbandingan Ketajaman di Depan Gawang
Argentina masuk sebagai salah satu tim paling produktif di turnamen ini. Dari 11 gol yang sudah mereka cetak, Messi menyumbang lebih dari setengahnya. Pertahanan Albiceleste juga tergolong solid, baru kebobolan tiga gol sepanjang turnamen.
Di sisi lain, Mesir baru mencetak enam gol dan kebobolan empat gol. Namun, ada satu keunggulan yang patut diperhatikan: The Pharaohs tidak bergantung pada satu atau dua pemain bintang. Emam Ashour menjadi top skor sementara dengan dua gol, sementara Mohamed Salah, Trezeguet, Mostafa Zico, dan Mahmoud Saber masing-masing menyumbang satu gol.
Argentina justru masih bertumpu pada Messi. Pemain dengan kontribusi gol dan assist terbanyak setelah Messi justru seorang bek, Lisandro Martinez.
Frekuensi Serangan dan Peluang
Jika melihat intensitas kedua tim saat memasuki sepertiga akhir lapangan, laga ini diprediksi berjalan ketat. Argentina tercatat memiliki 252 sentuhan di area tersebut, sedangkan Mesir hanya terpaut satu sentuhan, yakni 251.
Mesir unggul dalam hal penciptaan peluang dan umpan silang. Mereka sudah menciptakan 62 peluang dan melepaskan 75 umpan silang. Dari jumlah itu, 16 umpan silang dilepaskan oleh Salah.
Argentina mencatatkan 52 peluang dan 40 umpan silang, dengan Messi mengirimkan 14 di antaranya.
Ketergantungan pada Messi?
Sepanjang Piala Dunia 2026, Argentina memang tampak sangat bergantung pada Messi. Selain menjadi top skor, ia juga menjadi pemain paling aktif dalam menciptakan peluang dengan 24 tendangan, di mana 16 di antaranya tepat sasaran.
Angka itu bahkan lebih tinggi dari total tendangan enam pemain Argentina lainnya jika digabung, yang hanya mencapai 23 tendangan.
Situasi berbeda terjadi di kubu Mesir. Distribusi peluang antar pemain lebih merata. Omar Marmoush menjadi yang paling sering mengancam gawang lawan dengan 11 tendangan, disusul Ashour dengan 10, dan Salah dengan sembilan.
Meski begitu, efektivitas lini depan Mesir masih perlu ditingkatkan. Total tendangan tepat sasaran seluruh pemain Mesir baru mencapai 17, hanya unggul satu angka dari catatan Messi seorang diri.
Sumber Gol Argentina Mulai Melebar
Ketergantungan pada Messi perlahan mulai terkikis. Dalam dua laga terakhir, pemain lain mulai menunjukkan taringnya.
Giovani Lo Celso dan Lautaro Martinez masing-masing mencetak satu gol saat Argentina menghadapi Yordania. Sementara Lisandro Martinez menyumbang satu gol saat Argentina menang dramatis melawan Cape Verde.
Selain variasi pemain, cara mencetak gol Argentina juga mulai beragam. Dalam dua pertandingan tersebut, mereka menunjukkan kemampuan mencetak gol dari situasi bola mati. Ini menjadi sinyal bahwa Mesir tidak bisa hanya fokus membungkam Messi.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Kembali Panggil Pengusaha Billy Haryanto sebagai Saksi Kasus Dugaan Suap Proyek Perkeretaapian
Larissa Chou dan Ikram Rosadi Sepakat Tak Gugat Harta Gono-Gini di Sidang Perdana Cerai
Indeks Inklusi Keuangan Tembus 80,51 Persen, Literasi Masih Tertinggal di 66,46 Persen
Mutasi Perangkat Desa Picu Mosi Tidak Percaya, Transparansi Prosedur Dipertanyakan