Anggota DPR Salurkan Bantuan Alsintan untuk Dongkrak Produktivitas dan Regenerasi Petani Sidoarjo

- Jumat, 20 Februari 2026 | 18:25 WIB
Anggota DPR Salurkan Bantuan Alsintan untuk Dongkrak Produktivitas dan Regenerasi Petani Sidoarjo

PARADAPOS.COM - Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani di Kabupaten Sidoarjo. Bantuan yang difasilitasi Kementerian Pertanian dan Dinas Pangan dan Pertanian setempat ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan mendorong regenerasi petani, menanggapi tantangan alih fungsi lahan dan urbanisasi di wilayah yang dikenal sebagai lumbung pangan tersebut.

Dukungan untuk Pertanian Sidoarjo yang Surplus

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Bambang Haryo Soekartono menekankan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat krusial untuk mempertahankan capaian positif sektor pertanian Sidoarjo. Wilayah ini telah lama dikenal dengan produksi pangannya yang melampaui kebutuhan lokal.

“Tujuannya untuk mempercepat produktivitas pertanian di Sidoarjo agar semakin tinggi. Selama ini Sidoarjo sudah hebat, bahkan hasil pertaniannya melebihi kebutuhan pangan daerah,” ungkapnya pada Jumat, 20 Februari 2026.

Ia memaparkan data konkret untuk memperkuat pernyataannya. Dengan luas lahan pertanian sekitar 18 ribu hektare, Sidoarjo mampu memproduksi sekitar 330 ribu ton gabah dari dua hingga tiga kali masa panen. Sementara itu, kebutuhan konsumsi lokal diperkirakan hanya 216 ribu ton per tahun, menghasilkan surplus lebih dari 100 ribu ton.

Petani Sebagai Guru dan Pahlawan Pangan

Lebih dari sekadar bantuan fisik, politisi yang akrab disapa BHS itu juga menggagas sebuah konsep jangka panjang untuk mengangkat martabat profesi petani. Ia mendorong kolaborasi inovatif antara Dinas Pangan dan Pertanian dengan Dinas Pendidikan.

“Petani harus dijadikan guru pertanian. Sinergi dengan Dinas Pendidikan penting agar marwah petani naik sebagai pahlawan pangan. Dengan begitu, generasi muda tidak lagi memandang sektor ini sebelah mata,” tegas Bambang.

Menurutnya, model pemberdayaan semacam ini telah terbukti berhasil di sejumlah negara. Dengan menjadikan petani berpengalaman sebagai role model atau pengajar praktik, diharapkan dapat membangkitkan minat generasi muda untuk terlibat dalam dunia pertanian modern.

Respons dan Harapan dari Pemerintah Daerah

Di sisi lain, pemerintah daerah menyambut baik bantuan dan gagasan yang digulirkan. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eny Rustianingsih, melaporkan bahwa produktivitas pertanian di wilayahnya memang menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan.

“Di wilayah Tarik bahkan sudah ada yang mencapai 9 ton per hektare. Ini tentu berkat sinergi berbagai pihak dan dukungan sarana prasarana pertanian,” jelas Eny.

Ia mengonfirmasi bahwa rata-rata produksi yang sebelumnya berkisar 6,5 hingga 7 ton per hektare, kini telah meningkat menjadi 8 hingga 9 ton per hektare di beberapa area. Peningkatan ini tidak lepas dari perbaikan infrastruktur dan dukungan teknologi.

Alsintan: Jembatan Menuju Regenerasi

Eny Rustianingsih juga melihat bantuan alsintan sebagai solusi strategis untuk masalah regenerasi yang selama ini membayangi sektor pertanian. Rata-rata usia petani yang telah melewati 40 tahun menjadi perhatian serius.

“Regenerasi penting. Usia petani rata-rata di atas 40 tahun. Dengan adanya alsintan, generasi produktif bisa tertarik kembali ke sektor pertanian karena lebih efisien dan menjanjikan secara ekonomi,” pungkasnya.

Harapannya, dengan mekanisasi pertanian yang memudahkan kerja, anak-anak muda dari keluarga petani akan melihat peluang ekonomi yang lebih jelas. Mereka diharapkan tidak lagi meninggalkan desa, tetapi justru mengelola lahan keluarga dengan pendekatan yang lebih modern dan berkelanjutan, menjaga Sidoarjo tetap sebagai daerah penyangga pangan yang vital.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar