Polisi Selidiki Bocah 9 Tahun Tertembak Peluru Senapan Angin di Setu

- Kamis, 09 Juli 2026 | 06:25 WIB
Polisi Selidiki Bocah 9 Tahun Tertembak Peluru Senapan Angin di Setu
PARADAPOS.COM - Polsek Setu, Kabupaten Bekasi, masih menyelidiki kasus seorang bocah perempuan berusia 9 tahun, Alika Putri, yang tertembak proyektil diduga peluru senapan angin saat bermain di lahan kosong dekat rumahnya pada Kamis, 9 Juli 2026. Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah mengonfirmasi bahwa penyidik telah memeriksa enam saksi dan mengirimkan proyektil yang diangkat dari tubuh korban ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk uji balistik. Korban telah menjalani operasi di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, untuk mengeluarkan benda asing yang bersarang di tubuhnya.

Kronologi Kejadian di Lahan Kosong

Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu. Saat itu, Alika tengah bermain bersama tiga temannya di lahan kosong yang berbatasan langsung dengan area persawahan. Suasana sore yang biasa berubah mencekam ketika tiba-tiba korban berteriak kesakitan. Ia merasakan ada benda tajam yang menghantam tubuhnya. Warga sekitar, termasuk Ketua RT setempat, segera memberikan pertolongan pertama. Korban kemudian dilarikan ke klinik terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

Proses Penyelidikan dan Kendala di Lapangan

Dari hasil pemeriksaan medis di klinik, dokter menemukan luka akibat benda asing yang bersarang di tubuh korban. Operasi di RS Fatmawati pun dilakukan, dan proyektil berhasil diangkat. Polisi menduga kuat benda itu adalah peluru senapan angin. "Kami masih melakukan penyelidikan di sekitar lokasi, mendalami keterangan saksi-saksi, dan mengirim barang bukti proyektil ke Labfor Polri," kata Usep saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Juli 2026. Polisi bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Enam saksi yang diperiksa terdiri dari tiga teman korban, seorang warga di lokasi, Ketua RT, dan Ketua RW. Proyektil yang diangkat dari tubuh korban telah diamankan sebagai barang bukti. Uji balistik di Labfor Polri akan menentukan spesifikasi dan ukuran proyektil tersebut. "Proses penyelidikan masih berlangsung," ujarnya.

Minimnya CCTV dan Metode Investigasi Manual

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi aparat adalah minimnya kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Hal ini memaksa polisi untuk melakukan penyelidikan secara manual dan lebih intensif. Petugas menyisir area kejadian dengan metode door to door. Mereka mencari informasi terkait warga yang kerap menggunakan senapan angin di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, di kawasan itu memang terdapat sejumlah warga yang memiliki senapan angin. Mereka biasa menggunakannya untuk berburu burung atau tupai di sekitar area persawahan. Usep menambahkan, petugas terus mendalami kemungkinan asal tembakan. "Kami masih mendalami keterangan saksi-saksi," jelasnya.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar