IRGC Luncurkan 10 Rudal Balistik ke Pangkalan AS di Yordania dan Pusat Komando di Asia Barat

- Jumat, 10 Juli 2026 | 19:50 WIB
IRGC Luncurkan 10 Rudal Balistik ke Pangkalan AS di Yordania dan Pusat Komando di Asia Barat
PARADAPOS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi telah melancarkan serangan rudal balistik tahap kedua sebagai bentuk pembalasan atas agresi militer Amerika Serikat di wilayah Iran. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis, 9 Juli 2026 waktu setempat, IRGC menyebutkan bahwa target serangan kali ini meliputi sebuah pusat komando dan kendali di Asia Barat serta Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania. Sebanyak 10 rudal balistik diluncurkan dalam operasi ini, yang terjadi hanya beberapa jam setelah gelombang pertama serangan Iran terhadap pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait.

Serangan Balasan Fase Kedua

Pasukan Dirgantara IRGC menegaskan bahwa operasi ini merupakan respons langsung atas serangan ilegal pasukan Amerika di wilayah pesisir Iran. Insiden sebelumnya itu menewaskan sedikitnya 14 personel militer dan warga sipil Iran, serta melukai 78 orang lainnya. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut agresi AS sebagai tindakan "pembunuh anak-anak" dan menekankan bahwa serangan balasan ini adalah bukti nyata dari ultimatum yang telah diberikan sebelumnya. "Pusat komando dan kendali musuh di Asia Barat serta pangkalan udara Al-Azraq di Yordania telah dihancurkan dengan 10 rudal balistik," demikian bunyi pernyataan resmi IRGC. Pangkalan Al-Azraq sendiri dikenal sebagai fasilitas utama yang digunakan oleh pasukan Amerika di Yordania. Lokasinya yang strategis menjadikannya titik vital bagi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.

Ancaman Respons Lebih Luas

IRGC memperingatkan bahwa setiap pengulangan agresi oleh Amerika Serikat akan memperluas cakupan respons pembalasan ke pangkalan-pangkalan musuh lainnya di kawasan. Peringatan ini disampaikan dengan nada tegas, mengindikasikan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran kedaulatan. "Serangan lebih lanjut akan menyusul jika agresi AS terus berlanjut," ujar seorang juru bicara IRGC dalam keterangan yang dikutip media setempat. Rentetan serangan rudal ini menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat. Pengamat militer menilai bahwa penggunaan rudal balistik dalam skala besar menunjukkan kesiapan tempur yang tinggi dari pihak Iran.

Konteks Ketegangan yang Meningkat

Serangan ini terjadi di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Beberapa jam sebelum operasi fase kedua, Iran telah melancarkan serangan pembalasan awal terhadap target-target Amerika di Bahrain dan Kuwait. Langkah tersebut merupakan respons berantai yang dimulai setelah insiden penyerangan di wilayah pesisir Iran. Para analis keamanan mencatat bahwa Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania selama ini menjadi pusat logistik dan komando bagi pasukan koalisi pimpinan AS. Penghancuran fasilitas ini, jika benar terjadi, dapat mengganggu rantai komando operasi militer Amerika di kawasan tersebut. Situasi di lapangan masih terus berkembang. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat atau Yordania mengenai klaim keberhasilan serangan Iran tersebut. Yang jelas, ketegangan antara kedua negara kini berada pada titik yang paling kritis dalam beberapa tahun terakhir.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar