Polisi Bongkar Laboratorium Narkoba di Semarang, Produksi Satu Juta Butir Pil Karisoprodol

- Selasa, 14 Juli 2026 | 21:50 WIB
Polisi Bongkar Laboratorium Narkoba di Semarang, Produksi Satu Juta Butir Pil Karisoprodol
PARADAPOS.COM - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar laboratorium narkotika di Semarang, Jawa Tengah, yang memproduksi hingga satu juta butir pil karisoprodol dalam tiga bulan terakhir. Dua tersangka berinisial PD dan DJ diamankan dalam pengungkapan ini, dengan PD ditangkap lebih dulu di Penjaringan, Jakarta Utara, saat menyimpan 180 ribu butir pil. Pengembangan dari penangkapan tersebut membawa petugas ke Semarang, tempat DJ ditangkap dan laboratorium ilegal itu akhirnya terungkap. Dari lokasi, polisi juga menyita 1,65 ton bahan baku pembuat narkotika. Kedua tersangka kini terancam hukuman 20 tahun penjara.

Berawal dari Penangkapan di Penjaringan

Proses pengungkapan kasus ini tidak berlangsung dalam semalam. Semuanya bermula ketika jajaran Satnarkoba meringkus PD di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Saat itu, petugas menemukan 180 ribu butir pil karisoprodol yang disembunyikan oleh tersangka. Angka yang cukup besar itu langsung memicu kecurigaan bahwa ada jaringan produksi yang lebih besar di baliknya. Polisi tidak berhenti di situ. Setelah melakukan pendalaman dan pelacakan, mereka akhirnya menangkap DJ di Semarang. Dari pengakuan dan petunjuk di lapangan, petugas kemudian menggerebek sebuah laboratorium yang ternyata sudah beroperasi selama tiga bulan. Di dalamnya, ditemukan kapasitas produksi yang mencengangkan: satu juta butir pil karisoprodol.

Barang Bukti dan Ancaman Hukuman

Selain dua tersangka, polisi mengamankan tumpukan barang bukti yang tak kalah mencengangkan. Sebanyak 1,65 ton bahan baku pembuat pil karisoprodol disita dari laboratorium tersebut. Jumlah ini menunjukkan skala operasi yang cukup besar dan terorganisir. “Kedua tersangka terancam pidana 20 tahun penjara,” ujar salah satu sumber dari kepolisian saat ditemui di lokasi penggerebekan. Proses hukum pun terus berjalan seiring penyitaan barang bukti yang masih didalami lebih lanjut.

Modus dan Dampak di Lapangan

Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi jaringan peredaran narkotika di Indonesia. Karisoprodol sendiri merupakan obat yang kerap disalahgunakan karena efek relaksasi ototnya yang bisa menimbulkan ketergantungan. Produksi massal di laboratorium Semarang ini, menurut catatan petugas, sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir dan didistribusikan ke berbagai wilayah. Di lapangan, warga sekitar laboratorium mengaku tidak menaruh curiga. Aktivitas di lokasi terlihat biasa saja, tanpa ada tanda-tanda mencolok. Namun, penggerebekan ini membuka mata banyak pihak bahwa laboratorium ilegal bisa bersembunyi di tempat yang tak terduga.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar