Trump Ancam Perluas Serangan ke Infrastruktur Sipil Iran Jika Tak Ada Negosiasi

- Rabu, 15 Juli 2026 | 00:00 WIB
Trump Ancam Perluas Serangan ke Infrastruktur Sipil Iran Jika Tak Ada Negosiasi
PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Selasa, 14 Juli 2026, bahwa operasi militer terhadap Iran tidak hanya akan berlanjut, tetapi juga akan semakin intensif dalam waktu dekat. Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, Trump secara gamblang menyebutkan bahwa target serangan akan meluas ke infrastruktur sipil strategis seperti pembangkit listrik dan jembatan jika Teheran tak kunjung kembali ke meja perundingan. Ancaman ini muncul di tengah gempuran yang sudah berlangsung di sepanjang wilayah pesisir Iran.

Serangan di Pesisir dan Ancaman ke Infrastruktur Sipil

Trump menegaskan bahwa pasukan Amerika saat ini terus menggempur berbagai aset militer dan infrastruktur di sepanjang pesisir Iran. Ia menggambarkan operasi tersebut dengan nada tegas. "Kami menghantam mereka dengan sangat, sangat keras. Kami menyerang setiap hal yang mereka miliki di sepanjang pantai dan kawasan pesisir," kata Trump. Ia kemudian menambahkan bahwa serangan itu tidak akan berhenti sampai ada perintah darinya. "Serangan itu akan terus berlanjut sampai saya mengatakan sudah cukup," lanjutnya. Ketika disinggung mengenai kemungkinan penyerangan terhadap fasilitas energi Iran, Trump memberikan isyarat bahwa hal itu hanya soal waktu. "Saya akan menyimpan target energi untuk tahap terakhir, tetapi pada akhirnya kami akan menyerang target-target energi," ujarnya.

Ultimatum: Pembangkit Listrik dan Jembatan Jadi Sasaran

Ancaman Trump semakin tajam ketika ia menyebutkan bahwa Washington tengah menyiapkan serangan terhadap infrastruktur sipil strategis Iran. Ia memberikan ultimatum yang jelas apabila tidak ada perkembangan dalam proses diplomasi. "Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras malam ini. Kami akan menghantam mereka sangat keras besok malam. Kami akan menghantam mereka sangat keras pada malam berikutnya, dan pekan depan situasinya akan menjadi sangat buruk bagi mereka," kata Trump. Ia kemudian merinci target yang dimaksud. "Karena pekan depan akan ada pembangkit listrik. Pekan depan akan ada jembatan. Kami akan melumpuhkan seluruh pembangkit listrik mereka. Kami akan menghancurkan seluruh jembatan mereka kecuali mereka mau datang ke meja perundingan dan bernegosiasi," tambahnya.

Komunikasi Terakhir dan Tekanan Diplomasi

Di tengah tekanan militer yang terus meningkat, Trump mengungkapkan bahwa perwakilan Amerika Serikat masih melakukan komunikasi dengan pejabat Iran hingga sekitar satu jam sebelum wawancara tersebut berlangsung. Ia meyakini Iran tidak memiliki banyak pilihan selain menerima kesepakatan dengan Washington. "Lebih baik kalian segera membuat kesepakatan. Jika tidak, tidak akan ada siapa pun yang tersisa," ujar Trump. Pernyataan ini mempertegas sikap keras pemerintahan Trump yang menggabungkan tekanan militer dengan ancaman langsung terhadap infrastruktur sipil, sembari tetap membuka celah diplomatis di detik-detik terakhir.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar