PARADAPOS.COM - Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa wakaf harus bertransformasi menjadi pilar ekonomi produktif yang inovatif. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BWI 2026 di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. Kamaruddin menyoroti bahwa pengelolaan wakaf di Indonesia selama ini masih terjebak pada instrumen konvensional, sehingga diperlukan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
Wakaf Tidak Lagi Bisa Dipandang Statis
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamaruddin Amin mengkritisi paradigma lama yang masih melekat pada pengelolaan wakaf. Menurutnya, wakaf tidak boleh lagi hanya dipandang secara statis, melainkan harus dikelola secara profesional untuk kesejahteraan anak bangsa. Hal ini ia sampaikan di hadapan 536 pengurus BWI dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota yang hadir dalam Rakernas bertajuk “Wakaf Berdampak dan Berkelanjutan”.
Acara tersebut juga menjadi momentum peluncuran arah baru kebijakan perwakafan nasional. Kamaruddin menekankan urgensi integrasi agenda nasional dan modernisasi Nazir guna menutup celah lebar antara potensi besar wakaf dengan aktualisasi ekonomi yang ada. Ia juga menyoroti keterbatasan otoritas lembaga dan mendorong percepatan revisi Undang-Undang Wakaf yang ditargetkan rampung pada 2027.
Nazir sebagai Aktor Sentral Perwakafan
“Nazir adalah aktor sentral. Tanpa peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi, kualitas perwakafan kita tidak akan beranjak naik,” ujar Kamaruddin.
Ia menginstruksikan langkah afirmatif berupa sertifikasi massal bagi Nazir di seluruh Indonesia. Menurutnya, tanpa pengelola yang kompeten dan tersertifikasi, potensi wakaf yang sangat besar tidak akan termanfaatkan secara optimal.
Integrasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci
Sementara itu, Sekretaris BWI, H. Anas Nasihin, menekankan bahwa keberhasilan transformasi wakaf bergantung pada integrasi agenda kerja antara pusat dan daerah yang selama ini masih terfragmentasi. Rakernas ini, menurutnya, menjadi jembatan untuk menyatukan visi seluruh divisi di daerah melalui penguatan konsolidasi nasional.
“Ini adalah era baru bagi BWI. Kita harus mensyukuri kemajuan IT bukan sekadar sebagai alat komunikasi, tapi sebagai instrumen untuk menyambungkan semua agenda nasional yang selama ini terpisah. Tidak ada lagi sekat jarak atau keterbatasan kuota fisik bagi pengurus daerah untuk berkontribusi,” ujar Anas.
Ia menggarisbawahi bahwa keterlibatan aktif seluruh lini kepengurusan adalah kunci. Pihaknya melibatkan seluruh elemen sesuai tugas dan fungsinya agar rencana kerja ke depan benar-benar matang dan terintegrasi.
“Dengan koordinasi daring yang intensif, gagasan solutif untuk memecahkan problem administrasi dan peruntukan wakaf di masyarakat dapat segera kita eksekusi bersama,” jelas Anas.
Tiga Target Utama BWI ke Depan
BWI menetapkan tiga target utama yang harus dikejar pengurus di seluruh Indonesia. Target ini mencakup sertifikasi Nazir secara nasional, pemasukan wakaf ke dalam Indikator Kinerja Utama (KPI) pemerintah daerah, serta pengembangan proyek binaan yang distingtif.
Pertama, sertifikasi Nazir secara nasional bertujuan memberdayakan Nazir melalui pelatihan teknis dan sertifikasi kompetensi guna menjamin pengelolaan aset wakaf yang amanah dan menguntungkan. Kedua, mendorong Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk menjadikan kesuksesan pengelolaan wakaf sebagai KPI daerah. Dengan demikian, pemda memiliki sense of responsibility terhadap potensi wakaf di wilayahnya.
Ketiga, setiap BWI Provinsi diwajibkan memiliki proyek wakaf percontohan yang unik dan berdampak langsung pada publik. Proyek ini menjadi bukti nyata kinerja lembaga kepada masyarakat. Langkah-langkah konkret ini diharapkan mampu mengubah wajah perwakafan Indonesia dari sekadar aset diam menjadi penggerak ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Resmi Jalankan Program Danantara CX100 untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan
Bybit Resmi Masuk Pasar Indonesia Lewat Akuisisi Mayoritas Saham NOBI, Siapkan 500 Pasangan Aset Kripto
Bank Mandiri Dorong Dua UMKM Binaan Tembus Pasar Global Lewat Pameran Makanan di New York
Presiden Prabowo Panggil Menteri Bahas Program Koperasi Desa Merah Putih