PARADAPOS.COM - Hujan lebat yang mengguyur wilayah barat laut Suriah memicu banjir bandang yang menelan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan signifikan, terutama di kamp-kamp pengungsi. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (7/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026) itu dilaporkan menewaskan tiga orang, termasuk dua anak dan seorang relawan kemanusiaan, serta melukai sejumlah lainnya. Operasi penyelamatan dan penanganan darurat tengah digiatkan di daerah terdampak seperti Idlib dan Latakia.
Korban Jiwa dalam Tugas Kemanusiaan
Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa warga sipil, tetapi juga para relawan yang sedang bertugas. Media pemerintah Suriah, SANA, mengonfirmasi kematian seorang relawan Bulan Sabit Merah Arab Suriah dan cedera empat orang lainnya saat mereka menjalankan misi kemanusiaan di provinsi Latakia. Insiden terpisah terjadi ketika sebuah kendaraan misi tergelincir ke dalam lembah.
Bulan Sabit Merah Suriah dalam pernyataannya menjelaskan, "sebuah kendaraan misi tergelincir ke lembah", menewaskan seorang relawan perempuan dan melukai empat lainnya, saat mereka pergi untuk menyelamatkan orang-orang yang terperangkap banjir bandang.
"Seorang relawan kelima terluka saat mencoba menyelamatkan seorang anak yang terjebak oleh air banjir," tambahnya.
Sementara itu, dua anak dilaporkan meninggal dunia akibat banjir besar yang melanda daerah Ain Issa di utara Latakia.
Dampak Parah di Kamp Pengungsi
Wilayah barat laut Suriah, yang menjadi tempat tinggal bagi ratusan ribu pengungsi internal, mengalami dampak yang sangat berat. Otoritas setempat menyatakan bahwa 14 kamp pengungsi di sebagian provinsi Idlib terdampak banjir. Kondisi di lokasi digambarkan memprihatinkan dengan tenda-tenda terendam, barang-barang hanyut, dan sekitar 300 keluarga terkena dampak langsung.
Upaya pembersihan jalan-jalan yang terendam dan terblokir di area kamp pun segera diluncurkan untuk memudahkan akses bantuan dan evakuasi. Situasi ini semakin memperumit kehidupan para pengungsi yang sudah rentan. Data badan pengungsi PBB menunjukkan, dari sekitar tujuh juta pengungsi internal di Suriah, hampir 1,4 juta di antaranya tinggal di berbagai kamp dan lokasi pengungsian di barat laut dan timur laut negara itu.
Operasi Penanganan Darurat
Menghadapi situasi darurat ini, pihak berwenang dan organisasi kemanusiaan bergerak cepat. Mereka tidak hanya melakukan operasi penyelamatan terhadap warga yang terperangkap, tetapi juga mendirikan tempat penampungan sementara di daerah-daerah yang lebih aman. Koordinasi untuk mendistribusikan bantuan pokok seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan sanitasi menjadi prioritas utama guna mencegah munculnya krisis kesehatan lanjutan di tengah kondisi cuaca yang masih berisiko.
Artikel Terkait
Polisi Bali Bongkar Sindikat Judi Online India, 35 Tersangka Diamankan
Survei: Lebih dari 70 Persen Masyarakat Puas dengan Program Makan Bergizi Gratis
Pakar Keamanan Peringatkan Ancaman Serius pada Sistem AI yang Beroperasi
Erajaya Pastikan Buyback Rp150 Miliar Tak Ganggu Kepatuhan Free Float