46 Kebakaran Landa Gunungkidul Selama Januari-Juli 2026, Rumah dan Kandang Ternak Paling Terdampak

- Jumat, 17 Juli 2026 | 08:50 WIB
46 Kebakaran Landa Gunungkidul Selama Januari-Juli 2026, Rumah dan Kandang Ternak Paling Terdampak
PARADAPOS.COM - Sebanyak 46 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama periode Januari hingga Juli 2026. Peristiwa terbaru melanda kawasan ladang yang ditanami pohon jati pada Kamis, 16 Juli 2026, dan berhasil dipadamkan oleh unit pemadam kebakaran. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Purwono, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus paling signifikan terjadi pada Juni dan Juli, bertepatan dengan puncak musim kemarau.

Rumah dan Kandang Ternak Paling Rawan

Dari total 46 kejadian tersebut, rumah tinggal menjadi objek yang paling sering dilalap api, yakni sebanyak 14 kali. Disusul oleh kebakaran kandang ternak yang mencapai 11 kejadian. Kondisi ini menunjukkan bahwa permukiman padat dan area peternakan menjadi titik rawan utama selama musim kemarau. "Kasus kebakaran pada lahan terjadi delapan kejadian dengan korban dua meninggal dunia," jelas Purwono saat dihubungi pada Jumat, 17 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa api juga melahap tempat usaha sebanyak enam kali, gudang dan kendaraan masing-masing dua kali, serta genset, sekolah, dan tempat ibadah yang masing-masing tercatat satu kejadian.

Puncak Kebakaran di Pertengahan Tahun

Data BPBD mencatat bahwa sebagian besar peristiwa kebakaran terkonsentrasi pada dua bulan terakhir. Pada Juni 2026, terjadi 12 kasus kebakaran. Angka tersebut meningkat menjadi 13 kasus hanya dalam kurun waktu setengah bulan di Juli 2026. Pola ini mengindikasikan bahwa risiko kebakaran meningkat drastis seiring dengan mengeringnya vegetasi dan meningkatnya suhu udara. "Kami mengimbau masyarakat berhati-hati pada musim kemarau saat ini, termasuk saat membakar sampah harus dipastikan telah mati kalau ditinggalkan," ujarnya. Imbauan ini disampaikan mengingat masih banyaknya aktivitas pembakaran sampah atau lahan yang dilakukan warga tanpa pengawasan ketat, terutama di area ladang dan perkebunan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar