PARADAPOS.COM - Prancis mencatat lonjakan dramatis kebakaran lahan sejak awal tahun, dengan hampir 11.000 titik api yang telah menghanguskan sekitar 35.000 hektare area. Angka ini melampaui total luas area yang terbakar sepanjang tahun lalu. Direktur Jenderal Perlindungan Sipil Julien Marion mengungkapkan bahwa dalam tiga pekan terakhir, petugas pemadam kebakaran harus menangani antara 250 hingga 300 kebakaran secara bersamaan di seluruh negeri. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Hutan Fontainebleau pada Kamis.
Tantangan Operasional Meluas
Marion menjelaskan, masing-masing dari tiga kebakaran hutan yang masih aktif telah melalap lebih dari 1.000 hektare lahan. Semua itu terjadi meskipun pemerintah telah mengerahkan sumber daya pemadaman dalam skala besar. Ia menambahkan, risiko kebakaran hutan kini tidak lagi terbatas di wilayah selatan Prancis. Sekitar 50 departemen kini dikategorikan sebagai kawasan hutan berisiko tinggi, termasuk Cotes-d'Armor di Brittany dan Seine-et-Marne di dekat Paris.
“Meluasnya wilayah berisiko tinggi memaksa pihak berwenang untuk menyebarkan sumber daya pemadaman ke area yang jauh lebih luas, sehingga menambah tantangan operasional,” ujarnya.
Data Kebakaran Sepanjang 2025
Berdasarkan data Kantor Kehutanan Nasional Prancis (National Forest Office), hampir 15.000 kebakaran terjadi di Prancis sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.800 diklasifikasikan sebagai kebakaran hutan. Luas area terdampak mencapai hampir 20.000 hektare, termasuk kebakaran besar di Pegunungan Corbieres, Departemen Aude, Prancis selatan, pada Agustus. Secara keseluruhan, kebakaran-kebakaran itu menghanguskan sekitar 30.000 hektare hutan dan vegetasi lainnya.
Penyelidikan dan Tindakan Hukum
Menyinggung penyelidikan atas kebakaran di Hutan Fontainebleau, yang menurut otoritas sengaja dipicu, Macron mengatakan sejumlah tersangka telah ditangkap. “Pesan yang disampaikan jelas: tidak akan ada yang dibiarkan begitu saja,” katanya, seraya berjanji toleransi nol bagi mereka yang bertanggung jawab atas kebakaran.
Penguatan Armada Pemadam
Macron juga mengumumkan bahwa Prancis bekerja sama dengan lima negara Eropa lainnya untuk melakukan pemesanan bersama pesawat pemadam kebakaran Canadair. Menurutnya, kerja sama tersebut berhasil menghidupkan kembali produksi pesawat yang sebelumnya sempat dihentikan. Saat ini Prancis mengoperasikan 12 pesawat pengebom air Canadair dan delapan pesawat Dash.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menambahkan, armada tersebut bertambah menjadi sekitar 40 pesawat dengan tambahan pesawat sewaan dan helikopter pembom air.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
4.153 Peserta Lolos ke Tahap Wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Luksemburg Puncaki Daftar Negara dengan Gaji Guru Tertinggi, Capai Rp3 Miliar per Tahun
Tim Investigasi TNI AD Mulai Selidiki Ledakan Gudang Munisi Madiun, Fokus Utama Masih pada Pembersihan Lokasi
Tiga Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan Tiba di Palangka Raya