PARADAPOS.COM - Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian puncak peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, diproyeksikan menjadi ajang strategis untuk menunjukkan keunggulan pendidikan Islam Indonesia di panggung internasional. Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, Hidayat Nur Wahid (HNW), menegaskan bahwa forum ini diharapkan mampu menjadi kiblat diskusi pendidikan holistik dunia. Momentum ini dinilai sangat penting untuk memperkenalkan konsep pesantren sebagai model pendidikan yang relevan bagi kemajuan peradaban global.
Semarak Kolaborasi Global di Gedung Parlemen
HNW menyampaikan pandangannya saat menerima kunjungan panitia pelaksana GIHES di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026. Menurutnya, forum ini merupakan syiar pendidikan yang luar biasa karena berhasil menghadirkan para pakar pendidikan ternama dari lima benua.
"Ini adalah syiar pendidikan yang luar biasa karena GIHES berhasil menghadirkan pakar-pakar pendidikan ternama dari lima benua. Melalui forum ini, kita ingin dunia melihat bahwa pesantren dan pendidikan Islam memiliki konsep holistik yang sangat relevan bagi kemajuan peradaban global," ujar HNW.
Dukungan penuh dari MPR ini disambut antusias oleh Ketua Panitia 100 Tahun Gontor, KH Hamid Fahmy Zarkasyi. Sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga tinggi negara tersebut akan diwujudkan dalam sebuah seremoni penutup yang monumental di kompleks parlemen.
"Sebagai bentuk penghormatan bagi para peserta dan narasumber dari berbagai belahan dunia, nantinya akan diadakan gala dinner di Gedung MPR sebagai bagian dari closing ceremony," jelas Hamid.
Hamid menambahkan bahwa acara tersebut dirancang sebagai forum eksklusif. Tempat ini akan menjadi wadah bagi para pakar, tokoh nasional, dan duta besar negara sahabat untuk bertukar ide serta memperkuat jejaring pendidikan global.
Pesantren: Model Pendidikan Kelas Dunia
GIHES 2026 tidak sekadar seminar biasa. Lebih dari itu, forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi global untuk merumuskan masa depan pendidikan yang mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan kepemimpinan.
Panitia GIHES bidang Hubungan Internasional, Much Hasan Darojat, menekankan bahwa forum ini menjadi ajang pembuktian ketangguhan sistem pesantren di mata dunia. Ia optimistis bahwa pesantren mampu menjadi model pendidikan yang adaptif namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur.
"GIHES bertujuan untuk mengukuhkan sistem pendidikan pesantren sebagai model pendidikan holistik kelas dunia yang adaptif terhadap tantangan zaman namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur," kata Hasan.
Suasana di kompleks Pondok Modern Darussalam Gontor sendiri terlihat semakin semarak menjelang perhelatan akbar ini. Persiapan matang dilakukan oleh panitia untuk menyambut para delegasi dari berbagai negara, menandai babak baru bagi pendidikan Islam Indonesia di kancah global.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Siswa SD asal Boyolali Dapat Pengakuan NASA setelah Temukan Celah Keamanan di Sistem Publik
Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Tewaskan Empat Orang, Delapan Lainnya Luka-Luka
Kuasa Hukum Konfirmasi Febrie Adriansyah Tidak Ditahan Usai Diperiksa 18 Pertanyaan di Kasus Asabri
Prabowo Akan Pangkas Anggaran TNI dan Polri untuk Alihkan Dana ke Penghapusan Kemiskinan Ekstrem