PARADAPOS.COM - Gelagat Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkannya tidak menyambut uluran tangan saat kunjungan kerja di Aceh viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar luas, momen tersebut langsung memicu perbandingan dengan mantan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, yang dikenal dengan gaya kepemimpinan sederhana dan merakyat. Insiden ini menambah daftar kontroversi yang membayangi Dody, setelah sebelumnya ia ramai diperbincangkan terkait isu perjalanan dinas ke New York menggunakan jet pribadi.
Momen Viral di Aceh
Video yang menjadi perbincangan tersebut memperlihatkan Dody baru saja turun dari pesawat. Ia tampak berjalan menghampiri sejumlah pihak yang telah menunggu kedatangannya. Dalam prosesi penyambutan, Dody menerima pengalungan kain sebagai bentuk penghormatan dan menyalami perempuan yang mengalungkan kain tersebut.
Namun, perhatian warganet justru tertuju pada momen singkat setelahnya. Seorang pria yang berdiri di barisan penyambut mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Dody, dalam video itu, terlihat tidak menyambut uluran tangan tersebut dan terus berjalan melewatinya.
Cuplikan itu sontak memicu beragam reaksi. Sebagian warganet menilai gestur tersebut sebagai sikap yang kurang lazim, terutama bagi seorang pejabat publik yang sedang melakukan kunjungan kerja. “Jauh sama menteri sebelumnya yang banyak gebrakan dan pelatihan berguna,” tulis salah satu warganet.
“Kembalikan pak Basuki...” komentar warganet lainnya.
“Beda dgn pak basuki yg lucu dan suka becanda...” timpal yang lain.
Sosok Sederhana Basuki Hadimuljono
Perbandingan dengan Basuki Hadimuljono memang tak terhindarkan. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah membeberkan bahwa Basuki adalah satu-satunya menteri di Kabinet Kerja yang tidak memiliki aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Sri Mulyani bilang, selama ini koordinasi dengan para menteri ekonomi lainnya cukup mudah. Hanya saja, kata dia, saat berkomunikasi dengan Basuki harus melalui SMS. “Dia (Basuki) satu-satunya menteri yang enggak pakai WA. Jadi masih SMS, kalau yang lain WA,” ujar Sri Mulyani yang disambut tawa para menteri lainnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/10).
Tak hanya itu, Basuki juga rela rumah pribadinya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, terkena gusur demi perluasan jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Informasi tersebut dilontarkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.
Hal itu dibenarkan manajemen PT Waskita Karya Toll Road selaku penggarap proyek Tol Becakayu. Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road, Alex Siwu, bahkan mengungkapkan nilai ganti rugi rumah Menteri PUPR tak berbeda dengan warga lain. “Iya (ganti rugi sama seperti warga lain). Tentunya sesuai dengan penilaian yang wajar,” katanya kepada kumparan, Rabu (15/5).
Basuki sendiri mengaku belum menerima uang pengganti atas rumahnya yang tergusur proyek infrastruktur tersebut. Dalam keseharian, ia terlihat menggunakan pakaian dan sepatu yang sederhana.
Deretan Penghargaan Basuki Hadimuljono
Di balik kesederhanaannya, Basuki Hadimuljono telah memperoleh banyak penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Berikut rincian penghargaan yang diterimanya:
- 1995: Pegawai Teladan Departemen Pekerjaan Umum
- 2001: Satyalancana Karya Satya X
- 2003: Satyalancana Karya Satya XX
- 2003: Satyalancana Pembangunan
- 2005: Satyalancana Wira Karya
- 2005: Satyalancana Kebaktian Sosial
- 2014: Satyalancana Karya Satya XXX
- 2017: Bintang Bhayangkara Utama
- 2017: Distinguished Honorary Fellow dari Federasi Organisasi Teknik ASEAN
- 2017: International Lifetime Contribution dari Japan Society of Civil Engineers
- 2019: Bintang Mahaputera Adipradana
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menteri PU: 6.000 Pegawai Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperketat
Febrie Adriansyah Disebut Rencanakan Praperadilan, Kejagung Buka Suara
Hendardi Soroti Tiga Kejanggalan Fundamental dalam Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Titiek Soeharto Pertanyakan Keabsahan Permenhut yang Ditandatangani saat Menteri Kehutanan Sedang Umrah