Wagub Rano Karno Tantang Seniman Sulap Jalan Senayan-Bundaran HI Jadi Galeri Seni Terbuka Sambut 500 Tahun Jakarta

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:25 WIB
Wagub Rano Karno Tantang Seniman Sulap Jalan Senayan-Bundaran HI Jadi Galeri Seni Terbuka Sambut 500 Tahun Jakarta
PARADAPOS.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melontarkan tantangan kepada para seniman untuk menyulap ruang publik di sepanjang kawasan Senayan hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi galeri seni terbuka. Gagasan ini disampaikan dalam rangka menyambut perayaan lima abad atau 500 tahun Kota Jakarta pada tahun 2027 mendatang. Rano menekankan bahwa seni tidak harus terkurung di dalam gedung, melainkan bisa hadir di tengah hiruk-pikuk ibu kota.

Menyulap Jalan Protokol Menjadi Galeri Raksasa

Dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 18 Juli 2026, Rano Karno memaparkan visinya tentang perayaan bersejarah tersebut. Ia membayangkan ruang terbuka yang membentang dari kawasan Ratu Plaza hingga Bundaran HI akan dipenuhi instalasi dan karya seni. “Pada peringatan 500 tahun Jakarta nanti kita memanfaatkan ruang terbuka yang membentang mulai dari Ratu Plaza hingga Bundaran Hotel Indonesia sebagai ruang pamer seni,” ujarnya. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar pesta visual. Lebih dari itu, ia ingin mendobrak tembok pemisah antara seniman dan masyarakat umum. “Seni dapat dihadirkan di tengah kehidupan masyarakat, menghidupkan ruang kota, sekaligus mengajak masyarakat membaca Jakarta dengan cara yang berbeda,” tuturnya.

Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang

Rano menegaskan bahwa persiapan menuju lima abad Jakarta bukanlah sekadar proyek seremonial belaka. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tengah merancang sebuah warisan jangka panjang. Warisan yang dimaksud bukan hanya gedung pencakar langit atau infrastruktur fisik, melainkan identitas kota yang lahir dari denyut budaya dan kreativitas warganya. “Kami ingin warisan itu berupa hasil pembangunan kota yang maju dan berdaya saing, dengan tetap berakar pada budaya serta kreativitas masyarakat Jakarta,” jelas Rano. Ia menambahkan, komitmen ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya. Dukungan terhadap pelaku budaya, perluasan akses kegiatan seni, pengembangan ruang kreatif, serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis menjadi pilar utama dalam rencana tersebut.

Panggung Terbuka bagi Kreativitas

Dengan menjadikan jalan protokol sebagai panggung, Rano berharap para seniman dapat menampilkan karya terbaik mereka. Hal ini dinilai mampu memperkuat posisi Jakarta di mata dunia sebagai kota global yang tak melupakan akar budayanya. Suasana kota pun diharapkan menjadi lebih hidup, dinamis, dan penuh makna. “Momentum lima abad Jakarta harus menjadi perayaan budaya yang luar biasa,” pungkas Rano Karno.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar