PARADAPOS.COM - Sebanyak 15 ribu peserta dari dalam dan luar negeri dipastikan akan memadati Riau Bhayangkara Run 2026, sebuah ajang lari internasional yang digelar di Pekanbaru pada Minggu, 19 Juli 2026. Antusiasme yang melampaui ekspektasi ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Riau SF Hariyanto. Perlombaan yang mengambil rute 5, 10, dan 21 kilometer ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80.
Antusiasme Peserta dan Dukungan Penuh Pemerintah
Suasana di Gelanggang Remaja, Kota Pekanbaru, terlihat ramai saat sesi penyerahan paket perlengkapan ("race pack"). Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Kehadiran para pejabat ini menandakan dukungan penuh dari seluruh elemen pemerintahan terhadap gelaran olahraga tahunan tersebut.
Gubernur SF Hariyanto menyambut positif penyelenggaraan event ini. Ia menilai Riau Bhayangkara Run bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga menjadi motor penggerak perekonomian daerah. Menurutnya, dampak ekonomi yang ditimbulkan sangat luar biasa, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang turut merasakan efek berganda dari kegiatan berskala internasional ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda dan seluruh jajaran. Berdasarkan laporan yang saya terima, peserta yang akan ikut besok mencapai 15 ribu orang. Ini tentu sangat luar biasa,” ucap Gubernur di Pekanbaru, Sabtu, 18 Juli 2026.
Tema dan Pesan Sosial di Balik Lomba Lari
Mengusung tema "Run with Purpose, Move Forward with Riau", event ini dirancang tidak hanya untuk mencari prestasi. Lebih dari itu, kegiatan ini membawa misi sosial yang kuat: memperkuat persatuan, mendorong gaya hidup sehat, menjaga kelestarian lingkungan, serta menjadi aksi nyata dalam upaya melawan kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai bentuk kampanye lingkungan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memperkenalkan Gajah Sumatra sebagai maskot resmi Riau Bhayangkara Run 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya perlindungan satwa langka yang menjadi ikon Provinsi Riau tersebut.
Peserta yang mendaftar pun mendapatkan pengalaman berbeda. Selain "merchandise" bernuansa khas, mereka menerima boneka gajah bernama "Nona Seroja" dan satu bibit pohon. Pemberian bibit pohon ini merupakan wujud kontribusi nyata dari setiap pelari dalam gerakan penghijauan, sebuah langkah kecil namun simbolis untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Afgan Kehilangan Suara Dua Pekan Sebelum Konser Tunggal, Tampil Totalitas di Atas Panggung
Dua Tentara AS Tewas, Satu Hilang dalam Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania
Ricky Soebagdja Tinjau Pelatwil Medan, Pastikan Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Sesuai Standar Nasional
Afgan dan Petra Sihombing Duet di Konser Retrospektif, Rayakan 18 Tahun Karier