Polisi Salurkan Bantuan ke 322 KK Pengungsi Gempa di Pulau Longos Lewat Jalur Laut dan Perbukitan

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 03:25 WIB
Polisi Salurkan Bantuan ke 322 KK Pengungsi Gempa di Pulau Longos Lewat Jalur Laut dan Perbukitan

PARADAPOS.COM - Polres Manggarai Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar bagi ratusan warga Pulau Longos, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, yang mengungsi ke perbukitan pascagempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 17 Agustus 2026. Bantuan dikirim menggunakan speedboat patroli dan dibagikan langsung ke sepuluh titik pengungsian, menjangkau 322 kepala keluarga (KK) yang memilih bertahan di ketinggian karena khawatir akan gempa susulan.

Jalur Laut dan Perbukitan Dilalui untuk Menjangkau Pengungsi

Pulau Longos yang terisolasi membuat akses darat menjadi sulit. Oleh karena itu, polisi mengerahkan kapal cepat patroli untuk mengangkut logistik. Setelah tiba di daratan, para personel tidak berhenti di situ. Mereka melanjutkan perjalanan dengan menyusuri jalur perbukitan yang terjal demi memastikan bantuan tiba di tangan warga yang berlindung di tenda-tenda darurat.

Suasana pengungsian masih diwarnai ketenangan yang mencekam. Warga terlihat mulai beradaptasi dengan kondisi darurat, namun kebutuhan pokok tetap menjadi prioritas utama. Kehadiran aparat kepolisian di tengah mereka disambut lega, setidaknya untuk meringankan beban sesaat.

Respons Cepat Kepolisian dan Fokus pada Kebutuhan Mendesak

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat institusinya terhadap informasi yang diterima dari lapangan. Pergerakan dilakukan segera setelah laporan mengenai kondisi warga diterima, tanpa menunggu arahan lebih lanjut.

"Begitu menerima informasi mengenai kondisi warga di Pulau Longos, kami langsung bergerak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama mereka yang masih bertahan di lokasi pengungsian," kata Christian.

Logistik yang dikirimkan merupakan instruksi langsung dari Kapolda NTT. Adapun rincian bantuan meliputi 10 dus paket sembako, 10 galon air bersih, 10 dus mi instan, serta 114 buah popok untuk bayi dan balita. Jenis bantuan ini difokuskan pada hal-hal yang paling mendesak di hari-hari pertama pascabencana.

"Kami fokuskan bantuan pada kebutuhan yang paling mendesak, terutama bahan pangan, air bersih, serta kebutuhan bayi dan balita," ujarnya.

Pendataan Lanjutan untuk Bantuan Berikutnya

Selain menyalurkan bantuan, tim kepolisian juga melakukan pendataan kebutuhan lanjutan warga. Hasil pendataan di lapangan menunjukkan bahwa obat-obatan, susu formula, tambahan air bersih, serta fasilitas sanitasi dan mandi, cuci, kakus (MCK) darurat menjadi prioritas berikutnya.

Data yang terkumpul ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Christian menyatakan bahwa hasil pemetaan kebutuhan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan instansi terkait. Tujuannya agar penyaluran bantuan tahap berikutnya bisa lebih tepat sasaran dan merata.

"Kami sudah memetakan kebutuhan warga di lapangan. Data ini akan kami koordinasikan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, sehingga bantuan berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengungsi," jelas dia.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar