Donasi Digital di Peringatan HUT RI Terkumpul Rp2,16 Miliar untuk Korban Gempa NTT

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:51 WIB
Donasi Digital di Peringatan HUT RI Terkumpul Rp2,16 Miliar untuk Korban Gempa NTT

PARADAPOS.COM - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini menjadi momentum solidaritas untuk warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui acara Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan, antusiasme masyarakat diwujudkan dalam donasi digital via QR Code yang tersebar di tiga titik panggung kesenian. Dana yang terkumpul dalam waktu singkat mencapai Rp2.164.037.334, difasilitasi oleh keluarga besar BUMN dan Danantara Indonesia bersama Pemerintah untuk membantu warga yang terkena gempa.

Suasana kebersamaan terasa kental di tengah perayaan kemerdekaan. Ribuan mata tertuju pada panggung kesenian, namun di balik itu, ada gerakan nyata yang berjalan cepat. Donasi yang mengalir bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata gotong royong yang diinisiasi oleh BUMN dan Danantara Indonesia untuk meringankan beban saudara-saudara di NTT.

Makna Kemerdekaan di Tengah Duka

Momentum peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat akan kekuatan kebersamaan. Partisipasi masyarakat dalam acara Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi warga yang terdampak bencana di NTT.

“Momentum Kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat tentang kekuatan gotong royong. Partisipasi masyarakat dalam Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan dapat diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Rohan Hafas, Managing Director Stakeholder Management, Danantara Indonesia, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/08/2026).

Pernyataan itu menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi juga aksi kemanusiaan. Semangat juang para pahlawan direfleksikan melalui kepedulian terhadap sesama yang sedang berjuang menghadapi musibah.

Koordinasi Lintas BUMN untuk Respons Cepat

Sebagai bagian dari komitmen BUMN untuk hadir di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat, Danantara Indonesia mengoordinasikan respons lintas BUMN. Tujuannya jelas: mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak secara tepat sasaran. Koordinasi bantuan di sejumlah wilayah ditingkatkan selama masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah daerah hingga 28 Agustus 2026.

Pada tahap awal masa tanggap darurat, fokus utama diarahkan pada pemulihan layanan publik yang menjadi tulang punggung respons kemanusiaan. Sejumlah BUMN bergerak cepat mengerahkan personel dan peralatan di wilayah terdampak. Hingga Senin (17/8), PLN telah memulihkan sekitar 88% pelanggan dan 98,3% jaringan listrik yang terdampak gempa. Dengan demikian, layanan dasar masyarakat, fasilitas umum, dan posko bantuan dapat kembali beroperasi.

Di sisi komunikasi, Telkom Group mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah terdampak. Langkah ini penting untuk memastikan koordinasi serta akses informasi dapat terus berjalan lancar. Selain itu, pasokan dan distribusi bahan bakar juga diperkuat untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan pengerahan bantuan.

Bantuan Kemanusiaan di Kabupaten Terdampak

Sejumlah BUMN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan di kabupaten-kabupaten terdampak. Dukungan yang telah dihimpun disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di berbagai titik. Penghimpunan bantuan masih terus berlangsung seiring dengan pemetaan kebutuhan di lapangan. Dengan begitu, dukungan yang diberikan dapat terus disesuaikan dengan kondisi masyarakat terdampak, mulai dari pangan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan pengungsian, hingga dukungan operasional bagi posko dan fasilitas umum.

Rohan lebih lanjut mengatakan relawan ini akan dikerahkan. Selanjutnya, posko penanganan bencana akan diperkuat di sejumlah titik prioritas yang menjadi pusat aktivitas masyarakat terdampak, seperti di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Ngada, Ende, serta Manggarai. Selain memenuhi kebutuhan tanggap darurat, Danantara Indonesia bersama BUMN mulai melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan berat. Pendataan ini guna mendukung tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

“Fokus saat ini adalah memastikan dukungan yang dihimpun dapat tersalurkan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan. Pada saat yang sama, Danantara Indonesia bersama Keluarga Besar BUMN juga mulai memetakan kebutuhan lanjutan masyarakat terdampak, termasuk kemungkinan dukungan pada fase pemulihan dan perbaikan kembali fasilitas atau hunian yang terdampak,” ujar Rohan.

Di lapangan, para relawan terlihat berkoordinasi dengan aparatur desa setempat. Mereka mendata satu per satu rumah yang retak atau runtuh akibat guncangan. Sementara itu, dapur umum didirikan di beberapa titik pengungsian, memastikan warga mendapatkan makanan hangat setiap harinya. Langkah-langkah kecil ini menjadi bukti bahwa negara hadir di tengah warganya yang sedang dilanda kesulitan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar