PARADAPOS.COM - Dua dekade perjalanan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mencapai tonggak baru dengan realisasi penyaluran dana bergulir sebesar Rp22,13 triliun. Dana tersebut telah disalurkan kepada 3.909 mitra koperasi yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia, sebuah pencapaian yang diumumkan dalam acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 di Auditorium LPDB Koperasi, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Momen ini menjadi refleksi atas perjalanan lembaga sekaligus penegasan komitmen untuk memperkuat pembiayaan koperasi di masa mendatang.
Capaian tersebut bukan sekadar angka. Lebih dari itu, angka itu menjadi bagian penting dari upaya LPDB Koperasi dalam memperluas akses pembiayaan produktif, memperkuat kapasitas usaha koperasi, dan mendorong koperasi menjadi pilar yang semakin penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Dengan mengusung tema “20 Tahun Untuk Koperasi Indonesia” dan tagline “Melangkah Lebih Jauh", perayaan ini menjadi penanda sekaligus evaluasi atas peran lembaga selama dua dekade terakhir.
Komitmen Pembiayaan Berkualitas
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menegaskan, perjalanan 20 tahun lembaganya tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang telah disalurkan. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya, menurut dia, adalah sejauh mana dana bergulir mampu menciptakan dampak ekonomi bagi koperasi, anggota, dan masyarakat luas.
“Dana bergulir bukan sekadar pembiayaan. Dana bergulir adalah instrumen untuk menggerakkan koperasi agar naik kelas. Ketika koperasi berkembang, anggota berkembang. Ketika anggota berkembang, ekonomi lokal bergerak,” ujar Krisdianto dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, kinerja penyaluran LPDB Koperasi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan konsistensi yang positif. Memasuki tahun 2026, hingga Juli, realisasi penyaluran telah mencapai Rp1,15 triliun atau 54,80 persen dari target tahunan Rp2,1 triliun. Capaian tersebut tumbuh 44,45 persen secara year-on-year dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp796,69 miliar.
“Yang kami dorong bukan hanya kuantitas penyaluran, tetapi kualitas pembiayaan. Tahun ini porsi target penyaluran kami diarahkan sebesar 85 persen kepada koperasi sektor riil dan kegiatan usaha produktif,” kata Krisdianto.
Menurutnya, arah pembiayaan tersebut penting agar dana bergulir mampu menghasilkan efek berganda bagi perekonomian. Mulai dari peningkatan produksi, penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok, hingga peningkatan nilai tambah komoditas. Dengan begitu, setiap rupiah yang digulirkan diharapkan dapat berputar dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dukungan untuk Koperasi Desa
Menteri Koperasi Ferry Juliantono turut mengapresiasi perjalanan dan kontribusi LPDB Koperasi selama dua dekade dalam memperluas akses pembiayaan bagi koperasi di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, usia 20 tahun merupakan perjalanan panjang yang telah diwarnai berbagai dinamika, tantangan, dan pembelajaran.
Namun, satu hal yang harus tetap dijaga adalah komitmen LPDB Koperasi untuk hadir memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha koperasi, mulai dari kota besar hingga desa dan kelurahan. Hal ini dinilai penting untuk memastikan pemerataan ekonomi yang lebih inklusif.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh insan LPDB, Dewan Pengawas, Direksi, dan seluruh pegawai LPDB Koperasi atas dedikasi dan kerja keras selama dua dekade ini. Capaian yang telah diraih hari ini adalah hasil dari kehati-hatian dalam mengelola dana bergulir dan komitmen tata kelola yang baik,” ujar Ferry.
Acara tasyakuran tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pengurus, pegawai, serta para mitra koperasi. Suasana kebersamaan terasa kental, menandai sebuah perjalanan panjang yang penuh tantangan namun juga diiringi pencapaian yang membanggakan. Dengan semangat “Melangkah Lebih Jauh”, LPDB Koperasi diharapkan terus menjadi motor penggerak pembiayaan koperasi yang berkelanjutan di Indonesia.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kementerian Investasi Nilai Jateng Primadona, Realisasi Investasi Semester I Capai Rp59,94 Triliun
SPI Targetkan 15 DPD Terbentuk hingga Akhir 2026 Jelang Revisi UU Advokat
BMKG Catat 2.403 Gempa Susulan Guncang Flores, 70 Tewas dan Ratusan Luka
Pengamat: Perang Melawan Korupsi Jangan Sampai Kalahkan Hukum Itu Sendiri