Pramono Anung Canangkan Pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan di Jakarta

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:26 WIB
Pramono Anung Canangkan Pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan di Jakarta

PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggagas pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan sebagai upaya menyeimbangkan kehidupan keagamaan di Ibu Kota. Gagasan ini disampaikan dalam acara Pelantikan Pengurus Forum Ulama Habaib (FUHAB) di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Pramono telah memerintahkan jajarannya menyiapkan lahan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Dalam sambutannya, Pramono mengungkapkan rasa kegelisahannya atas ketimpangan simbol keagamaan di Jakarta. Menurutnya, selama ini Jakarta hanya memiliki masjid besar bernama Kiai Hasyim Asy'ari, sementara tokoh pembaruan Islam seperti KH Ahmad Dahlan belum mendapat tempat yang setara.

"(Sekitar) dua minggu, tiga minggu yang lalu saya menggagas, enggak adil rasanya Jakarta hanya punya masjid besar Kiai Hasyim Asy'ari. Jakarta harus ada (masjid) Kiai Ahmad Dahlan," ungkap Pramono di hadapan para ulama dan habib yang hadir dalam acara tersebut.

Langkah nyata pun mulai diambil. Pramono mengaku telah berkomunikasi dengan Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, untuk segera menindaklanjuti rencana ini.

"Saya sudah bicara dengan Pak Ali, kita segera siapkan lahan untuk pembangunan Masjid Kiai Haji Ahmad Dahlan," ujar Pramono.

Menjaga Kerukunan dan Kualitas Kehidupan Beragama

Lebih jauh, Pramono menekankan bahwa pembangunan masjid ini bukan sekadar tentang fisik bangunan, melainkan bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Jakarta. Ia mengapresiasi peran aktif para ulama dan habib dalam menciptakan iklim Ibu Kota yang kondusif, aman, dan damai.

Menurut Gubernur, kualitas kehidupan keagamaan dan toleransi yang terjaga di Jakarta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia menyebut IPM DKI Jakarta berada di peringkat pertama secara nasional dengan skor 85,05, sebuah pencapaian yang patut disyukuri bersama.

"Nomor duanya adalah Jogja, nomor tiganya Riau. Tahun lalu juga nomor satu, tapi tahun ini kenaikannya signifikan. Perbedaan dengan daerah-daerah lain cukup tinggi," kata Pramono, menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum DPP FUHAB KH. Luthfi Zawawi menegaskan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dan berkontribusi bagi kemajuan serta ketenteraman masyarakat Jakarta. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah merancang sejumlah program kolaborasi, termasuk dengan BNN Pusat, untuk mencegah penyebaran narkotika, menangani penyakit sosial masyarakat, hingga mengedukasi warga mengenai pengelolaan sampah di lingkungan pemukiman.

Luthfi menambahkan, jajaran pengurus Forum Ulama Habaib yang tersebar di 267 kelurahan dan 44 kecamatan akan menjalankan amanah organisasi ini dengan penuh tanggung jawab. Ia optimistis sinergi semua pihak akan membawa dampak positif bagi Jakarta.

"Saya merasa tumbuh rasa semangat dan keyakinan bahwa seluruhnya kalau 267 dan 44 kecamatan yang ada di DKI Jakarta ini kita bersama bergandeng tangan mulai saat ini, insyaallah kita akan memberikan yang terbaik kepada Kota Jakarta," ujar Luthfi.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar