Siswa Autisme di Bogor Rayakan HUT ke-81 RI dengan Siapkan Acara Secara Mandiri

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Siswa Autisme di Bogor Rayakan HUT ke-81 RI dengan Siapkan Acara Secara Mandiri

PARADAPOS.COM - Ratusan siswa berkebutuhan khusus di Imaculata Autism Boarding School, Kabupaten Bogor, merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh antusiasme. Mereka tidak hanya mengikuti upacara dan perlombaan, tetapi juga terlibat langsung dalam mempersiapkan seluruh rangkaian acara. Kegiatan yang diikuti siswa usia 6 hingga 33 tahun ini dinilai sebagai sarana melatih kemandirian, kedisiplinan, dan keterampilan sosial. Pendiri sekolah, Imaculata Umiyati, serta pendamping Menteri Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, turut mengapresiasi semangat dan kemampuan para siswa dalam mengikuti setiap agenda.

Suasana berbeda terasa di halaman sekolah yang terletak di Kabupaten Bogor itu. Biasanya hening, kali ini riuh oleh langkah kaki dan tawa ceria. Para siswa dengan beragam usia tampak bersemangat mempersiapkan diri. Ada yang sibuk merapikan atribut upacara, sebagian lain berlatih alunan musik untuk pertunjukan. Mereka adalah siswa Imaculata Autism Boarding School yang tengah merayakan hari kemerdekaan, Selasa, 18 Agustus 2026.

Keterlibatan Penuh dari Persiapan hingga Pelaksanaan

Pendiri Imaculata Autism Boarding School, Imaculata Umiyati, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan langsung oleh para siswa. Menurutnya, keterlibatan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di sekolah tersebut.

"Anak-anak menyiapkan semua keperluan, semua instrumen yang untuk acara hari ini, anak-anak yang melakukan mulai dari anak yang paling kecil 6 tahun sampai anak yang umur 33 tahun berperan serta sesuai dengan bidang masing-masing," ujar Imaculata dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa 18 Agustus 2026.

Menariknya, persiapan dan latihan yang dilakukan tidak dianggap sebagai beban oleh para siswa. Imaculata mengamati sendiri bagaimana anak-anak didiknya justru menikmati setiap proses yang ada. Semangat mereka terlihat jelas ketika pengumuman latihan dimulai.

"Ketika Bu Guru aba-aba 'latihan-latihan', anak-anak lari berhamburan datang semua. Jadi mereka menikmati kegiatan itu. Jadi sangat senang, sangat membahagiakan mereka," katanya.

Lebih dari Sekadar Seremonial

Bagi pihak sekolah, peringatan kemerdekaan tahun ini bukanlah sekadar acara seremonial belaka. Berbagai perlombaan dan kegiatan yang digelar memiliki tujuan yang lebih dalam. Pihak sekolah memandangnya sebagai sarana efektif untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta keterampilan sosial para siswa.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Joni Getamala, salah seorang orang tua murid. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemandirian sekaligus berinteraksi dengan masyarakat luas.

"Di tengah keterbatasan mereka yang berkebutuhan khusus, kita harapkan ini akan menjadi semacam tolak ukur bagi kita bahwa ada kemandirian yang kita harapkan bagi anak-anak ini untuk kemudian dia bisa bersosialisasi dengan masyarakat," ujar Joni.

Joni menambahkan, kemampuan dan kemandirian yang diperoleh para siswa di sekolah diharapkan bisa menjadi modal berharga bagi kehidupan mereka kelak. Ia berharap hal tersebut dapat membantu mereka memperoleh penerimaan yang lebih luas di tengah masyarakat.

"Harapannya adalah kemandirian yang dapat dari sini itu adalah menjadi modal utama mereka untuk bersosialisasi dengan masyarakat, mungkin juga dalam arti dapat diterima oleh masyarakat," katanya.

Apresiasi dari Pendamping Menteri Sosial

Kekaguman juga datang dari pendamping Menteri Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf. Ia menyaksikan langsung bagaimana para siswa mampu mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan tenang. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.

"Anak-anak autisme yang ada di sini, itu hal yang luar biasa. Tadi pada saat upacara, mereka bisa begitu mengikuti dengan patuh, dengan tenang," ujar Fatma.

Fatma berharap para siswa dapat terus mengembangkan kemampuan dan kemandirian yang telah mereka miliki. Ia menyampaikan doa dan harapannya agar semangat belajar mereka tidak pernah padam.

"Semoga kedepannya anak-anak semakin mandiri, semakin pinter," katanya.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar