BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah hingga 24 Agustus

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:51 WIB
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah hingga 24 Agustus

PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Berdasarkan analisis terbaru, sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau 76,5 persen wilayah tanah air telah memasuki periode musim kering pada Dasarian I Agustus 2026. Meski demikian, BMKG mencatat 90,79 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, dan 87,28 persen wilayah berada di bawah normal, namun potensi hujan lokal dengan intensitas signifikan tetap perlu diwaspadai, terutama di Papua Pegunungan hingga 24 Agustus 2026. Dinamika Atmosfer dan Pemicu Hujan Lokal Fenomena ini tidak terjadi tanpa sebab. Secara teknis, BMKG menjelaskan bahwa pertumbuhan awan hujan dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer yang kompleks. Pemanasan permukaan yang cukup kuat, ditambah dengan kondisi topografi yang beragam, serta aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial, menjadi pemicu utama meningkatnya peluang hujan lebat secara lokal. Saya sempat berbincang dengan salah satu prakirawan cuaca di kantor BMKG beberapa waktu lalu. Ia menekankan bahwa meskipun puncak kemarau sedang berlangsung, masyarakat tidak boleh lengah. "Justru di masa transisi seperti ini, hujan lokal sering kali datang tiba-tiba dengan intensitas yang tidak terduga," ujarnya mengingatkan. Potensi Hujan dan Angin Kencang hingga 24 Agustus Untuk periode 19–20 Agustus 2026, prakiraan cuaca secara umum masih didominasi cerah berawan hingga hujan lebat. Namun, peningkatan intensitas hujan sedang perlu diwaspadai di beberapa provinsi, antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Selain hujan, potensi angin kencang juga menjadi perhatian serius. Berikut rincian wilayah yang masuk dalam kategori waspada: - Siaga hujan lebat hingga sangat lebat: Papua Pegunungan. - Angin kencang: Aceh, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Memasuki periode 21–24 Agustus 2026, pola cuaca serupa diprediksi masih berlanjut. Peningkatan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Kalimantan Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. BMKG juga mengingatkan potensi hujan lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah. "Situasi ini perlu diantisipasi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor," tutur prakirawan tersebut, menambahkan bahwa kesiapsiagaan sejak dini adalah kunci. Berikut daftar wilayah yang masuk dalam peringatan dini untuk periode tersebut: - Siaga hujan lebat hingga sangat lebat: Papua Pegunungan. - Angin kencang: Bengkulu, Riau, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan. Proyeksi Curah Hujan hingga Awal September Menariknya, meskipun kondisi kering diprediksi masih mendominasi hingga Dasarian I September 2026, hujan tetap berpotensi turun di sejumlah titik. Secara umum, curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0–150 milimeter per dasarian. Wilayah dengan curah hujan rendah (kurang dari 50 milimeter per dasarian) diprediksi mendominasi hampir seluruh pulau besar di Indonesia. Mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Artinya, sebagian besar wilayah akan merasakan udara yang kering dan panas, namun tetap ada kantong-kantong hujan yang perlu diwaspadai. Faktor Penguat dan Bukti di Lapangan BMKG menjelaskan bahwa aktivitas MJO saat ini berada di sebagian besar Sumatera, Kalimantan bagian barat dan utara, serta Papua bagian utara dan barat. Sementara itu, Gelombang Kelvin diprediksi aktif di sebagian besar Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Gelombang Rossby Ekuatorial juga berpotensi bergerak di sebagian Kalimantan bagian utara dan timur. Aktivitas gelombang atmosfer ini dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif. Peluang hujan semakin besar ketika didukung oleh konvergensi angin, kelembapan udara, dan kondisi atmosfer yang labil. Data di lapangan menunjukkan, pada periode 14–16 Agustus 2026 lalu, curah hujan harian tercatat mencapai 93 milimeter di Sumatra Utara, 87 milimeter di Sumatra Barat, 49 milimeter di Papua, dan 22 milimeter di Maluku. Angka-angka ini membuktikan bahwa hujan lokal dengan intensitas cukup tinggi benar-benar terjadi di tengah musim kemarau. Selain itu, perlambatan dan belokan angin di utara Sumatra, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua turut menjadi faktor pendukung pertumbuhan awan hujan. Kombinasi faktor-faktor inilah yang kemudian membuat BMKG terus memperbarui informasi cuaca secara berkala, mengingat kondisi atmosfer yang dinamis dan cepat berubah.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar