Gempa M5,2 Guncang NTT, Ribuan Gempa Susulan Tercatat hingga Picu Kerusakan di Nagekeo dan Sikka

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:51 WIB
Gempa M5,2 Guncang NTT, Ribuan Gempa Susulan Tercatat hingga Picu Kerusakan di Nagekeo dan Sikka

PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026. Pusat gempa berada di 54 kilometer Timur Laut Mbae, Nagekeo, dan getarannya terasa kuat hingga Kabupaten Sikka, memicu kepanikan serta merusak sejumlah bangunan. Kejadian ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik tinggi yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memicu ribuan gempa susulan.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di kantor Koperasi Pintu Air, Kabupaten Sikka, memperlihatkan para pegawai berhamburan keluar gedung demi menyelamatkan diri. Situasi serupa juga terjadi di Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante, di mana pasien yang tengah dirawat di tenda darurat sempat dilanda kepanikan saat getaran terasa. Suasana mencekam itu berlangsung singkat, namun meninggalkan trauma tersendiri bagi mereka yang mengalaminya.

“Sudah keluar. Bergetar tadi. Kalau khawatir pasti. Ada beberapa yang tim-tim dari medis bisa tenangkan pasien-pasien dengan jaga pasien," ujar salah seorang warga, Stefanus Samsudin, dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu, 19 Agustus 2026.

Dampak fisik gempa juga terlihat jelas di Kabupaten Nagekeo. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari dinding yang berlubang hingga retak-retak. Rentetan gempa susulan yang terus terjadi membuat warga enggan kembali ke dalam rumah atau gedung karena masih diliputi ketakutan dan trauma.

Ribuan Gempa Susulan Tercatat

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa aktivitas seismik di wilayah tersebut sangat tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 19 Agustus pukul 05.00 WITA, total gempa susulan yang tercatat mencapai angka yang fantastis, yaitu 2.768 kali.

"Magnitudo terbesar adalah 6,2, yang terkecil adalah 1,1. Kemudian magnitudo di atas 5 yang cukup kita jadikan perhatian itu ada 24, dan gempa susulan yang dirasakan adalah 81," jelas Teuku Faisal.

Prediksi dan Imbauan BMKG

BMKG memprediksi tren aktivitas gempa ini akan mengalami peluruhan atau berkurang secara perlahan. Proses tersebut diperkirakan berlangsung dalam kurun waktu tiga hingga empat minggu ke depan hingga kondisi kembali normal. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar