UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas untuk Wujudkan Kampus Inklusif di Gorontalo

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:25 WIB
UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas untuk Wujudkan Kampus Inklusif di Gorontalo

PARADAPOS.COM - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi membuka unit layanan disabilitas pada Rabu (tanggal tidak disebutkan) di Kota Gorontalo. Langkah ini merupakan wujud komitmen UNG untuk menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan aksesibel bagi seluruh mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas. Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok, menegaskan bahwa unit ini diharapkan menjadi pusat dukungan yang memberikan kesempatan sama dalam proses pendidikan, bukan sekadar unit administratif.

Lebih dari Sekadar Administrasi: Menuju Pusat Dukungan Akademik

Menurut Prof. Eduart, keberadaan unit ini adalah langkah strategis untuk membangun kampus yang responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa. Ia menekankan bahwa pendidikan tinggi seharusnya tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga pada penciptaan lingkungan yang memungkinkan setiap individu berkembang sesuai potensinya. “Layanan disabilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi unit layanan administratif, tetapi berkembang sebagai pusat dukungan yang mampu memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan UNG,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi visi yang lebih luas dari sekadar pemenuhan regulasi. UNG tampaknya ingin memastikan bahwa mahasiswa berkebutuhan khusus mendapatkan pendampingan akademik dan fasilitasi aksesibilitas yang memadai. Ini mencakup dukungan belajar, adaptasi kurikulum, hingga penyediaan sarana fisik yang ramah disabilitas.

Memperkuat Ekosistem Pendidikan yang Menghargai Keberagaman

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas kampus, peresmian ini menjadi penegas arah baru. Prof. Eduart menambahkan bahwa unit layanan ini adalah bagian dari komitmen institusi untuk menjamin hak dan kesempatan setara bagi semua mahasiswa. “Pendidikan tinggi tidak hanya berbicara mengenai penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” tuturnya.

Dengan adanya unit ini, UNG berharap tidak ada lagi mahasiswa yang merasa terhambat untuk belajar dan berpartisipasi dalam kehidupan kampus. Keberadaannya menjadi pilar penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang menghargai keberagaman, sekaligus menghilangkan hambatan yang mungkin dihadapi mahasiswa disabilitas.

Jangkauan Layanan untuk Masyarakat Luas

Menariknya, cakupan layanan ini tidak hanya diperuntukkan bagi civitas akademika UNG. Unit layanan disabilitas ini juga terbuka untuk masyarakat di Provinsi Gorontalo yang membutuhkan informasi, konsultasi, dan dukungan terkait disabilitas. Hal ini mempertegas peran UNG sebagai institusi yang tidak hanya berfungsi di dalam kampus, tetapi juga hadir untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Keterbukaan tersebut mempertegas peran UNG sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas dengan turut menghadirkan layanan untuk masyarakat penyandang disabilitas,” ungkapnya. Langkah ini sejalan dengan upaya membangun kesetaraan yang lebih menyeluruh, tidak hanya di lingkungan akademik tetapi juga di komunitas yang lebih besar.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar