PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyatakan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi pada tahun ini menjadi fondasi penting untuk menggapai target pertumbuhan 6 persen pada 2027. Dalam acara Top Economy yang tayang di Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 21.05 WIB, ia mengungkapkan optimisme bahwa ekonomi nasional akan tumbuh di atas 5,5 persen hingga akhir tahun, setelah pada semester pertama tercatat 5,45 persen. Pemerintah juga menaruh harapan besar pada Danantara sebagai katalis untuk mengundang investasi swasta dan memperkuat ekspansi dunia usaha. Menurut Suahasil, pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45 persen pada paruh pertama tahun 2026 merupakan sinyal yang menggembirakan. Angka ini dinilainya berada di atas asumsi yang ditetapkan pemerintah, sehingga menjadi batu loncatan yang kokoh menuju target pertumbuhan yang lebih ambisius di tahun-tahun mendatang. "Ini berarti pertumbuhan tahun 2026 ini di atas asumsi kita. Ini adalah modal yang baik kalau nanti ke tahun depan, kita bisa tumbuh secara rata-rata di 6 persen," ujar Suahasil dalam kesempatan tersebut. Ia menjelaskan, momentum positif yang terjaga pada kuartal pertama dan kedua diprediksi akan berlanjut. Pihaknya meyakini kinerja ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat akan kembali mencatatkan pertumbuhan yang solid, bahkan melampaui capaian semester satu. "Q3, Q4 kita akan tumbuh di atas 5,5 persen. Saya berharap keseluruhan tahun nanti bisa kita tutup di atas 5,5 persen," jelasnya. Peran Strategis Danantara Lebih lanjut, Suahasil menyoroti peran penting Danantara dalam mendorong percepatan investasi. Menurutnya, lembaga ini dirancang untuk menjadi pengungkit (katalis) bagi masuknya modal swasta, baik dari dalam maupun luar negeri, guna mendukung target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027. "Danantara dengan keseluruhan konsolidasi asetnya itu kemudian bisa menjadi katalis," katanya. Dengan pengelolaan aset yang optimal, Danantara diharapkan mampu memaksimalkan berbagai proyek strategis dan mengundang partisipasi pelaku usaha nonpemerintah. Dengan demikian, sektor swasta dapat tergerak untuk meningkatkan skala usahanya. "Danantara yang fundamental itu menjadi katalis mengundang masuk crowd in swasta sehingga swastanya juga mau ikut berpartisipasi, meningkatkan ekspansi dunia usaha, mau ekspansi untuk buka cabang baru, buka pabrik baru," terangnya. Suahasil menegaskan bahwa kehadiran Danantara menegaskan prinsip bahwa perekonomian Indonesia tidak hanya digerakkan oleh pemerintah, melainkan oleh seluruh pelaku ekonomi. Pemerintah, lanjutnya, merangkul semua pihak dan mengoptimalkan berbagai instrumen untuk menunjukkan bahwa Indonesia terbuka bagi bisnis. Ia menambahkan, efektivitas Danantara akan semakin optimal jika didukung oleh iklim investasi yang sehat dan kondusif. Perbaikan di sektor perizinan, logistik, hingga kepastian hukum menjadi prasyarat penting agar investor merasa nyaman menanamkan modalnya di dalam negeri. "Kita memperbaiki seluruh sistem yang ada, sistem hukum, dan macam-macam, sehingga menciptakan lingkungan usaha yang kondusif untuk para investor kita," tuturnya.
Artikel Terkait
Lima Desa di Palue Sikka Masih Terisolasi Total Usai Gempa M7,7, Akses Darat Lumpuh dan Telekomunikasi Padam
Remaja asal Brebes jatuh ke kawah Gunung Slamet saat berswafoto di bibir kawah
Menkeu Pastikan Pengalihan Status Guru PPPK ke Pusat Tak Ganggu Defisit APBN 2027
Polri Kerahkan Tim K9 dan Brimob SAR ke Ngada Percepat Pencarian Korban Gempa NTT