PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (19/8/2026) malam. Pusat gempa berada di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kejadian ini tidak berpotensi tsunami, namun guncangannya terasa hingga beberapa kabupaten di sekitarnya. Guncangan Terasa Hingga Sumba Timur Berdasarkan laporan awal yang dihimpun dari lapangan, getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah. Intensitas maksimum mencapai skala III-IV MMI, artinya getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan menimbulkan keretakan halus pada dinding bangunan. Wilayah yang merasakan dampaknya meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, hingga Sumba Timur. Di tengah situasi ini, masyarakat di pesisir sempat dilanda kekhawatiran akan adanya tsunami. Namun, pihak BMKG dengan cepat mengeluarkan informasi resmi bahwa episentrum gempa berada di daratan, sehingga potensi gelombang besar dapat dikesampingkan. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat aktivitas seismik di kawasan ini masih tinggi. Rentetan Gempa Susulan dan Durasi Aktivitas Yang menjadi perhatian utama para ahli adalah rangkaian gempa susulan yang masih terus berlangsung. BMKG mencatat aktivitas susulan dengan magnitudo bervariasi antara 2 hingga 4 masih terjadi di sekitar lokasi utama. Zona tektonik Flores Back-Arc yang menjadi sumber gempa ini dinilai masih menyimpan energi yang perlu dilepaskan secara bertahap. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memberikan keterangan resmi mengenai durasi aktivitas ini. Ia menjelaskan bahwa proses penyesuaian batuan setelah gempa besar membutuhkan waktu yang tidak singkat. “Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Pernyataan ini merujuk pada gempa utama berkekuatan 7,7 yang sebelumnya mengguncang wilayah Flores. Energi yang terlepas dalam skala sebesar itu membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mencapai kestabilan kembali. Masyarakat di Pulau Flores dan sekitarnya diminta untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, meskipun kekuatannya cenderung mengecil.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun