PARADAPOS.COM - Mimpi Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata untuk melaju lebih jauh di Kejuaraan Dunia BWF 2026 harus kandas di babak 32 besar. Bertanding di New Delhi, pasangan Indonesia ini dipaksa menyerah oleh wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, melalui pertarungan tiga gim yang menegangkan dengan skor akhir 21-19, 9-21, dan 10-21. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga sekaligus modal bagi mereka untuk tampil lebih solid di turnamen-turnamen mendatang. Perubahan Pola Permainan Lawan Jadi Penentu Laga sebenarnya berjalan cukup menjanjikan bagi Marwan/Aisyah di awal pertandingan. Mereka berhasil merebut gim pertama dengan meyakinkan. Namun, pertandingan berubah drastis ketika lawan mulai menemukan ritme terbaiknya. "Di game pertama lawan masih belum menemukan cara main yang pas, kami memanfaatkan dengan adu panjang dan memaksa mereka mengangkat bola," kata Marwan. Memasuki gim kedua dan ketiga, skenario pertandingan berbalik. Mathias/Alexandra mengubah total skema permainan mereka. Sektor servis dan penerimaan servis menjadi titik balik yang membuat Marwan/Aisyah kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan, membuat pasangan Indonesia tak mampu keluar dari tekanan tersebut. "Mereka punya kekuatan di hal itu, sangat bagus, sangat menyulitkan. Kami terus terkurung dan tidak bisa lepas dari tekanan," lanjutnya. Modal Berharga dan Bahan Evaluasi Meski harus mengakui keunggulan lawan dan menghentikan langkah di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Marwan/Aisyah enggan larut dalam kekecewaan. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pertandingan ini. Bagi Marwan, penampilannya di ajang sebesar ini menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan, terutama setelah melalui berbagai dinamika dalam beberapa bulan terakhir. "Walau kalah tapi kami tetap bersyukur dengan penampilan selama di Kejuaraan Dunia ini. Kami merasa penampilan kami sudah membaik dari sebelumnya. Ini jadi modal untuk lebih baik setelah apa yang saya alami setengah tahun ke belakang," papar Marwan. Senada dengan sang partner, Aisyah justru melihat kekalahan ini sebagai bahan evaluasi yang sangat penting. Ia mengakui bahwa lawan bermain sangat baik dan mereka harus banyak belajar, terutama dalam hal adaptasi terhadap perubahan pola permainan lawan di tengah pertandingan. "Kami mendapat pengalaman yang baik, kami harus belajar dari mereka bagaimana cara perubahan pola dan mengimbanginya," pungkas Aisyah.
Artikel Terkait
Militer Israel Buka Penyelidikan Kriminal atas Kematian Bocah Hind Rajab dan Penembakan Ambulans di Gaza
Memperbanyak Selawat di Bulan Maulid, Ini Bacaan dan Keutamaannya
Kemensos Buka Layanan Cek Bansos PKH dan BPNT Online via NIK KTP
TNI Buru Kelompok Bersenjata yang Culik Sembilan Perempuan di Mimika, Satu Korban Tewas Ditembak