PARADAPOS.COM - Jakarta: Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) menyatakan optimismenya menyalurkan kredit hingga sekitar Rp5 triliun pada semester II-2026. Target tersebut disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia, Batara Sianturi, dalam konferensi pers kinerja keuangan di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. Mayoritas pipeline kredit, sekitar 60 persen, akan dialokasikan untuk segmen korporasi domestik, sementara sisanya mencakup bisnis multinasional, perbankan komersial, dan pembiayaan perdagangan. Kami berkesempatan mengikuti langsung pemaparan manajemen dalam acara tersebut. Suasana ruang konferensi pers di kawasan bisnis Jakarta Selatan tampak hangat ketika jajaran direksi memaparkan sejumlah angka pertumbuhan. Di sela-sela presentasi, Batara menegaskan bahwa prospek kredit perseroan pada paruh kedua tahun ini masih sangat kuat. "Prospek untuk semester kedua, kita masih melihat pipeline kami itu cukup strong untuk kredit. Masih ada mungkin sekitar Rp5 triliun untuk semester kedua, dan kebanyakan itu sekitar di local corporate mungkin sekitar 60 persen daripada pipeline tersebut," ujarnya di hadapan awak media. Ia melanjutkan, sisa pipeline kredit lainnya akan ditopang oleh segmen bisnis multinasional, perbankan komersial, hingga pembiayaan perdagangan (trade loan) yang nilainya mencapai Rp1 triliun. Menurut Batara, kombinasi segmen ini menjadi motor penggerak utama pertumbuhan kredit hingga akhir tahun. "Jadi untuk semester kedua ini our pipeline is very, very strong, dan kita harapkan ini akan juga mendongkrak performance untuk semester yang kedua," tuturnya. Tiga Sektor Penopang Utama Memasuki paruh kedua tahun ini, ekspansi penyaluran kredit Citi Indonesia akan difokuskan pada tiga sektor industri utama. Pertama, sektor telekomunikasi dan komunikasi. Kedua, lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank (financial institution dan non-bank financial institution). Ketiga, sektor pertambangan dan konstruksi. Selain ketiga sektor tersebut, pertumbuhan kredit juga akan didorong oleh sektor-sektor pendukung lain seperti ritel dan kimia. Langkah ini sejalan dengan penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah dilakukan perseroan. Dengan penyesuaian tersebut, Citi Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) berada di kisaran high single digit hingga akhir tahun. Keyakinan ini tidak lepas dari tren pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai masih tetap stabil dan mendukung iklim ekspansi bisnis perbankan.
Artikel Terkait
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 75 Orang, 92.735 Warga Mengungsi
Kemenkes Targetkan Penemuan Kasus TBC Naik ke 90 Persen lewat Program Cek Kesehatan Gratis
Survei: 64,2% Orang Kaya Prioritaskan Warisan Keluarga, tapi Hanya 26,9% yang Punya Rencana Suksesi Lengkap
Pengamat: Kehancuran Orde Baru Berawal dari Dalam Istana, Prabowo Diingatkan soal Dinamika Internal Kabinet