PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Biomassa dari Hulu ke Hilir demi Transisi Energi Nasional

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:51 WIB
PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Biomassa dari Hulu ke Hilir demi Transisi Energi Nasional

PARADAPOS.COM - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat ekosistem biomassa nasional dengan membangun rantai pasok terintegrasi dari hulu ke hilir. Langkah ini melibatkan kemitraan strategis dengan petani, kelompok tani, badan usaha, hingga pemerintah daerah untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan bakar co-firing PLTU. Inisiatif tersebut diumumkan menyusul penghargaan yang diraih Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, pada ajang Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) Innovation Award 2026, sebagai pengakuan atas kepemimpinannya dalam percepatan transisi energi nasional. Dari Limbah Pertanian Menjadi Sumber Energi Di tengah hiruk-pikuk kebutuhan akan energi bersih, sektor pertanian kini dilirik bukan hanya sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai tulang punggung ketahanan energi. PLN EPI mencoba menjembatani dua sektor besar ini melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian yang selama ini kerap terabaikan. Pendekatan ini dinilai tidak hanya membuka pasar baru bagi hasil samping pertanian, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat dan menggeliatkan ekonomi sirkular di tingkat akar rumput. Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menegaskan bahwa integrasi antara bioenergi dan pemberdayaan pertanian adalah kunci. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran ganda yang krusial, yakni menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. "Melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian, PLN EPI terus membangun ekosistem biomassa yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat rantai pasok energi primer, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Mamit dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kolaborasi Sebagai Fondasi Utama Keberhasilan pengembangan biomassa, lanjut Mamit, tidak bisa dicapai sendiri. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, dan masyarakat menjadi fondasi penting. Model kolaborasi ini, menurutnya, sejalan dengan tema forum yang mengedepankan modernisasi pertanian sebagai penggerak peningkatan produksi pangan dan bioenergi untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi nasional. "Ke depan, PLN EPI akan terus memperkuat kemitraan dengan para petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pelaku usaha agar biomassa tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," kata Mamit. Ia menambahkan, melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan bakar co-firing PLTU, pihaknya menghadirkan solusi yang menghubungkan sektor pertanian dan energi dalam satu rantai nilai yang saling menguatkan. Dengan demikian, biomassa tidak hanya menjadi instrumen percepatan transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE), tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi. Pengakuan atas Kepemimpinan Inovasi Di tengah upaya tersebut, nama Hokkop Situngkir, Direktur Biomassa PLN EPI, mencuat setelah meraih penghargaan bergengsi. Ia dianugerahi penghargaan "Excellence Leadership in Energy Transition Through Biomass Acceleration Development Program" pada ajang FSII Innovation Award 2026. Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian The 12th Inagritech 2026 – Indonesia International Agriculture Technology Expo. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil observasi dan penilaian dari Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong percepatan pengembangan biomassa untuk mendukung transisi energi nasional. Secara spesifik, penghargaan ini mengapresiasi upayanya dalam mendorong pengembangan produksi dan penyerapan biomassa untuk mendukung program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Inisiatif yang digagasnya dinilai mampu menciptakan sinergi nyata antara sektor pertanian dan sektor energi. Melalui pemanfaatan limbah serta residu pertanian sebagai sumber energi terbarukan, program ini tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam upaya pengurangan emisi karbon secara nasional.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar