Menhan Sjafrie Terima Menhan Tiongkok, Perluas Kerja Sama Latihan Militer hingga Pendidikan Prajurit

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:50 WIB
Menhan Sjafrie Terima Menhan Tiongkok, Perluas Kerja Sama Latihan Militer hingga Pendidikan Prajurit

PARADAPOS.COM - Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan resmi Menteri Pertahanan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Laksamana Dong Jun, di Kantor Kemhan RI, Jakarta, Jumat pagi, 21 Agustus 2026. Pertemuan bilateral ini menjadi momentum untuk memperdalam kerja sama pertahanan yang telah terjalin selama hampir dua dekade terakhir. Agenda utama pembahasan mencakup perluasan kolaborasi di bidang materiil, industri pertahanan, hingga peningkatan kapasitas personel militer kedua negara.

Suasana hangat tampak menyelimuti ruang pertemuan ketika kedua delegasi saling bertukar pandangan mengenai dinamika keamanan kawasan. Di tengah situasi geopolitik yang kian kompleks, komunikasi antarnegara menjadi kunci utama menjaga stabilitas. Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie secara eksplisit menekankan bahwa kerja sama tidak lagi berhenti pada pengadaan alutsista, melainkan merambah ke pengembangan sumber daya manusia.

Fokus pada Kapasitas Personel dan Pendidikan Militer

Salah satu poin penting yang mengemuka dalam pertemuan tertutup tersebut adalah komitmen untuk meningkatkan kualitas interaksi antaranggota militer. Sjafrie menyampaikan bahwa Indonesia ingin melangkah lebih jauh dari sekadar kerja sama seremonial. Ia menggarisbawahi pentingnya program pendidikan dan latihan bersama yang lebih intensif sebagai fondasi pertahanan jangka panjang.

“Kita akan tingkatkan latihan bersama, kita akan tingkatkan sekolah, dan kita akan tingkatkan pertukaran prajurit TNI tidak hanya pada tingkat perwira, tapi juga di tingkat bintara dan tamtama dalam kaitan latihan bersama," ujarnya dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat, 21 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pertahanan yang inklusif. Tidak hanya perwira tinggi yang mendapat kesempatan mengenyam pendidikan di luar negeri, tetapi juga prajurit dengan pangkat lebih rendah. Langkah ini dinilai strategis untuk menyelaraskan taktik dan prosedur operasi standar antara kedua angkatan bersenjata.

Undangan Latihan Gabungan sebagai Langkah Konkret

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, pemerintah Indonesia secara resmi menyampaikan undangan kepada angkatan bersenjata Tiongkok untuk ambil bagian dalam latihan militer bersama dengan TNI. Undangan ini bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan sebuah upaya membangun kepercayaan (confidence building measures) di kawasan Asia Pasifik.

Para pengamat militer memandang langkah ini sebagai sinyal positif bagi terciptanya arsitektur keamanan regional yang lebih kooperatif. Latihan bersama diharapkan tidak hanya memperkuat interoperabilitas tempur, tetapi juga membuka ruang dialog untuk mengatasi potensi kesalahpahaman di lapangan. Dengan demikian, hubungan strategis kedua negara diharapkan semakin kokoh dan memberikan efek stabilitas bagi kawasan yang lebih luas.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar