paradapos.com - Serangan pasukan gabungan yang dikomandoi Amerika Serikat menyerang sejumlah titik di Yaman. Sejauh ini, berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri Indonesia para WNI yang berada di Yaman dalam kondisi aman. Serangan gabungan pasukan Amerika Serikat, Inggris serta beberapa negara lainnya menyasar beberapa titik wilayah Houthi.
Wilayah-wilayah yang diketahui sebagai jalur operasi Houthi antara lain Sanaa, Hudaidah, Dhammar, Sa'da Hajjah, dan Taiz.
Presiden AS Joe Biden dalam pernyataannya dari Gedung Putih, Kamis 11 Januari 2024 waktu setempat, menegaskan serangan tersebut berlangsung atas arahan dirinya.
"Hari ini, atas arahan saya, pasukan militer AS—bersama dengan Inggris dan dukungan dari Australia, Bahrain, Kanada, dan Belanda—berhasil melakukan serangan terhadap sejumlah sasaran di Yaman yang digunakan oleh pemberontak Houthi untuk membahayakan kebebasan navigasi di satu negara, saluran maritim paling penting di dunia," ujar Biden.
Biden menyatakan serangan-serangan tersebut sebagai respons langsung atas serangan-serangan Houthi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kapal-kapal maritim internasional di Laut Merah—termasuk penggunaan rudal balistik anti-kapal untuk pertama kalinya dalam sejarah.
"Serangan-serangan ini telah membahayakan personel AS, pelaut sipil, dan mitra kami, membahayakan perdagangan, dan mengancam kebebasan navigasi. Lebih dari 50 negara terkena dampak 27 serangan terhadap pelayaran komersial internasional," tegas Biden.
Menurut Biden, awak kapal dari lebih dari 20 negara telah diancam atau disandera dalam tindakan pembajakan. Lebih dari 2.000 kapal terpaksa menyimpang ribuan mil untuk menghindari Laut Merah—yang dapat menyebabkan penundaan waktu pengiriman produk selama berminggu-minggu.
"Dan, pada 9 Januari, Houthi melancarkan serangan terbesar mereka hingga saat ini—secara langsung menargetkan kapal-kapal Amerika," tegas Biden.
KBRI Muscat yang memiliki wilayah kerja di Yaman terus mengikuti perkembangan situasi keamanan di Yaman dan kondisi para WNI.
"Hingga saat ini, tidak ada WNI yang dilaporkan menjadi korban dalam serangan dimaksud," ujar keterangan resmi Kemlu RI.
Sebanyak 47 WNI berdomisili di wilayah yang mendapat serangan. Mereka terdiri atas 15 WNI di Sanaa, 19 WNI di Hudaidah, dan 13 WNI di Dhammar.
Berdasarkan data lapor diri, terdapat sebanyak 4.866 WNI berdomisili di Yaman, mayoritas adalah mahasiswa di Wilayah Tarim Hadhramaut.
KBRI Muscat telah mempersiapkan rencana kontingensi jika terjadi eskalasi lebih lanjut.
Pada 2 November 2023 KBRI Muscat telah menyampaikan imbauan kepada WNI di Yaman khususnya di Wilayah Sanaa dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau dapat berpindah sementara waktu ke Yaman selatan yang lebih aman.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: naratimes.com
Artikel Terkait
Fajar/Joaquin Selamatkan Indonesia, Imbangi Thailand 2-2 di Piala Thomas 2026
Janji Prabowo 2014 Kini Terwujud, Program Sekolah Rakyat Beri Pendidikan dan Makan Gratis bagi Siswa Kurang Mampu
Khofifah Percepat Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jatim dari 20 Tahun Jadi 15 Tahun
Pembalap Muda Indonesia Kiandra Ramadhipa Menangi Balapan Dramatis di Seri Pembuka Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026