PARADAPOS.COM - Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi aliran modal keluar sebesar Rp6,68 triliun dari pasar keuangan domestik pada pekan lalu (18 Maret-22 Maret) bersamaan dengan pengumuman kemenangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.
“Berdasarkan data transaksi 18–21 Maret 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp6,68 triliun,” kata Asisten Gubernur BI Erwin Haryono melalui keterangan resmi, dikutip Senin (25/3/2024).
Erwin menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari jual neto Rp8,20 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), beli neto Rp1,77 triliun di pasar saham, dan jual neto Rp0,25 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Sepanjang 2024 atau hingga 21 Maret 2024, BI mencatat nonresiden jual neto Rp24,92 triliun di pasar SBN.
Sementara itu, tercatat nonresiden beli neto sebesar Rp27,93 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp21,93 triliun di SRBI.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 21 Maret 2024 sebesar 69,70 bps, naik dibandingkan 15 Maret 2024 sebesar 68,23 bps.
Tingkat imbal hasil SBN 10 tahun pada Jumat pagi (22/3) tercatat naik tipis menjadi 6,63% dari 6,62% pada Kamis (21/3).
Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi (22/3) dibuka pada level (bid) Rp15.710 per dolar AS, dari Kamis (21/3) pada level (bid) Rp15.655 per dolar AS.
Erwin mengatakan, BI ke depan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sumber: bisnis
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmi Umumkan Bahan Bakar B50 Mulai Berlaku di Seluruh SPBU pada 1 Juli 2026
Polda Metro Bongkar Judi Terselubung Modus Timezone, Omzet Capai Rp 2,1 Miliar per Bulan
Platform Kriket Modern Sajikan Data Real-Time, Ubah Cara Penggemar IPL Nikmati Pertandingan
Harga Emas Antam Stabil di Rp2,660 Juta per Gram, Buyback Tak Bergerak