ALOWARTA.COM - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) melalui Bidang Dakwah, Bidang Keorganisasian, bekerjasama dengan Dewan Hisbah baru-baru ini menyelenggarakan seminar siasah bagi para dai.
Kegiatan ini bertema "Penguatan Nilai-nilai Siasah Ala Minhajin Nubuwwah (Etika Propetik dalam Berpolitik)."
Ketua Umum PP Persis, Ustaz Jeje Zaenudin menyampaikan, para dai dan muballig sebagai ujung tombak dakwah dan pembimbing umat, memiliki peran penting dalam memberi teladan kepada masyarakat.
Termasuk menyikapi dan merespon dinamika politik dengan etika dan akhlakul karimah dengan mengamalkan akhlak para nabi.
"Di antara etika politik yang penting dijaga saat ini adalah etika kesantunan dalam komunikasi dan bersosial media terkait isu-isu politik," kata Ustaz Jeje dalam keterangannya.
Sehingga, Ustaz Jeje berpesan untuk menjadikan sosial media sebagai sarana berlomba menyebar berita-berita kebaikan (fastabiqul khairat).
Baca Juga: Klasemen BRI Liga 1 Pekan 23, Borneo FC di Atas, Persib Bandung Gagal Geser Bali United di Posisi 2
"Bukan sebagai sarana lomba menyebar keburukan dengan berita-berita hoaks dan ghibah politik," tegasnya.
"Politik nubuwah yang penting juga dilakukan adalah amar makruf nahyi munkar dalam bentuk memperkuat kontrol sosial," imbuhnya.
Hal itu dilakukakn agar tercipta pemilu yang jujur, adil, dan damai.
Baca Juga: Hasil Lengkap Pertandingan BRI Liga 1 Pekan 23, Persija Jakarta Menang, Persib Bandung Imbang
"Serta mencegah terjadi pelanggaran etika politik seperti kecurangan dan politik uang," sambungnya.
Pada kesempatan itu, Ustaz Jeje kembali mengajak seluruh komponan bangsa untuk menjadikan pemilu sebagai sarana mempersatukan umat dalam kepentingan bersama sebagai bangsa.
Artikel asli: alowarta.alonesia.com
Artikel Terkait
Aktivis Bantuan Gaza Laporkan Pelecehan Seksual dan Penyiksaan saat Dicegat Israel di Perairan Internasional
Prabowo: Gaji Rendah ASN, Guru, dan Aparat Hukum Akibat Kekayaan RI Mengalir ke Luar Negeri
Tiga LSM Internasional Desak Israel Penuhi Kewajiban Kemanusiaan di Gaza Enam Bulan Pasca Resolusi Damai PBB
Wanita Ditemukan Tewas di Hotel Makassar, Diduga Dibunuh Selingkuhan dengan Obat Pereda Nyeri