PARADAPOS.COM - Upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh menunjukkan kemajuan signifikan dengan diselesaikannya dua jembatan darurat strategis oleh aparat keamanan. Polisi dan TNI Angkatan Darat secara terpisah membangun jembatan gantung dan jembatan Bailey untuk mengembalikan akses transportasi warga di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Utara yang terputus akibat banjir bandang akhir November 2025.
Gotong Royong Pulihkan Akses di Gayo Lues
Di pedalaman Gayo Lues, tepatnya di Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, sebuah jembatan gantung kini telah berdiri menggantikan penghubung antarwilayah yang rusak. Pembangunannya dipimpin langsung oleh Kasatintelkam Polres Gayo Lues, AKP Jun Andri Saputra, dan diselesaikan dalam waktu empat hari. Pengerjaan hari terakhir difokuskan pada pemasangan kawat pagar gronjong serta papan lantai agar jembatan segera bisa dilintasi.
Yang menarik, proses pembangunan ini mengandalkan semangat gotong royong. Personel kepolisian bahu-membahu dengan perangkat desa dan masyarakat setempat menyelesaikan proyek vital ini. Dengan selesainya jembatan, aktivitas sosial dan ekonomi warga Desa Ramung Musara diharapkan dapat kembali berdenyut normal.
Jembatan Bailey Siap Hubungkan Tiga Kecamatan
Sementara di pesisir utara, tantangan serupa dijawab dengan solusi teknikal militer. Di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, sebuah jembatan Bailey jenis Garuda telah rampung dibangun. Jembatan ini menjadi jawaban atas terputusnya akses transportasi akibat banjir besar yang melanda.
Pembangunannya merupakan hasil kerja keras prajurit dari Yonzipur 5, Yonzipur 6, dan Koramil setempat di bawah komando Kodim 0103/Aceh Utara. Keberhasilan ini tidak hanya sekadar menyambung jalan, tetapi juga menyambung harapan.
Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, menyampaikan kabar gembira tersebut. "Satu unit jembatan Bailey telah selesai dibangun dan siap digunakan masyarakat," ujarnya.
Penyerahan Dihormati dengan Tradisi Lokal
Penyerahan jembatan kepada masyarakat dilakukan dengan khidmat, mengedepankan kearifan lokal. Sebagai bentuk rasa syukur, TNI bersama warga melaksanakan prosesi peusijuek, sebuah ritual adat Aceh untuk memberkahi hal baru, sebelum menyerahkan jembatan secara resmi kepada masyarakat Desa Matang Serdang.
Jembatan Bailey ini memiliki peran krusial karena menghubungkan tiga kecamatan sekaligus: Tanah Jambo Aye, Baktiya, dan Langkahan. Kehadirannya diharapkan dapat segera menggerakkan kembali roda perekonomian dan memudahkan mobilitas sehari-hari ribuan warga di wilayah tersebut, menjadi bukti nyata kolaborasi yang berdampak langsung di lapangan.
Artikel Terkait
Trenggono Bantah Pernyataan Menkeu, Sebut Dana Kapal dari Pinjaman Luar Negeri
Gubernur DKI Targetkan Pengadaan Truk Sampah Listrik Mulai 2026
Aksi Pro-Palestina di Sydney Ricuh, Polisi Bubarkan Paksa dengan Semprotan Air Merica
BWF Umumkan Transformasi Besar-Besaran pada Struktur Kompetisi Bulutangkis Mulai 2027