Modi Absen dari KTT ASEAN: Strategi Hindari Trump yang Bisa Bahas Pakistan?

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 03:05 WIB
Modi Absen dari KTT ASEAN: Strategi Hindari Trump yang Bisa Bahas Pakistan?

Alasan Diplomatik Modi Absen dari KTT ASEAN: Hindari Pertemuan dengan Trump

Perdana Menteri India Narendra Modi memutuskan untuk tidak menghadiri KTT ASEAN di Kuala Lumpur. Keputusan ini menarik perhatian karena Modi dikenal sebagai pemimpin yang aktif dalam forum internasional.

Modi Hindari Kemungkinan Trump Bicara Pakistan

Menurut laporan Bloomberg, alasan utama ketidakhadiran Modi adalah untuk menghindari pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sumber diplomatik India mengungkapkan kekhawatiran bahwa Trump mungkin kembali menyinggung isu Pakistan dalam forum tersebut.

Trump sebelumnya mengklaim berperan dalam mediasi gencatan senjata antara India dan Pakistan pada Mei lalu. Namun, pemerintah India secara konsisten membantah adanya keterlibatan Trump dalam proses mediasi apa pun.

Protes Diplomatik Terhadap Klaim Trump

Ketegangan diplomatik antara India dan AS semakin meningkat setelah Trump kembali menyebut perannya dalam mencegah perang nuklir antara India dan Pakistan saat berbicara di Tokyo. Pernyataan Trump tersebut dinilai tidak menghormati kedaulatan India oleh banyak kalangan di New Delhi.

Hubungan kedua negara memang sedang mengalami penurunan akibat konflik India-Pakistan awal tahun ini dan penerapan tarif 50 persen oleh Trump terhadap produk India.

Pertimbangan Politik Dalam Negeri

Di sisi lain, Modi juga sedang fokus pada pemilu negara bagian di Bihar. Sebagai wajah utama kampanye Partai Bharatiya Janata (BJP), Modi dinilai tidak ingin mengambil risiko politik jika pertemuannya dengan Trump menimbulkan kontroversi baru.

Analis politik menilai pernyataan Trump tentang Pakistan dapat dijadikan amunisi oleh oposisi untuk menyerang pemerintah BJP dalam pemilu mendatang.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar