Jakarta - PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memanfaatkan hari ulang tahunnya yang ke-80 dengan melakukan serangkaian panggilan telepon diplomatik. Pada Minggu (14/6), secara terpisah, Trump berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Kedua pemimpin negara yang sedang berkonflik itu menelpon untuk mengucapkan selamat ulang tahun, namun pembicaraan dengan cepat merambah ke isu-isu global yang krusial, termasuk perang dagang dengan Iran dan konflik di Ukraina.
Panggilan dari Moskow: Fokus pada Kesepakatan AS-Iran
Percakapan antara Trump dan Putin tidak berlangsung lama, namun substansinya cukup padat. Yuri Ushakov, Penasihat Kebijakan Luar Negeri Vladimir Putin, mengungkapkan bahwa salah satu topik utama yang dibahas adalah perkembangan situasi antara Amerika Serikat dan Iran.
"Percakapan tersebut berfokus pada situasi seputar nota kesepahaman yang sedang dirancang antara Amerika Serikat dan Iran. Donald Trump mengatakan kesepakatan sudah dekat," jelas Ushakov, mengutip laporan dari AFP dan CNN pada Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut, Ushakov menambahkan bahwa kedua pemimpin juga menyepakati rencana kunjungan utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Rusia dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif untuk melanjutkan komunikasi tingkat tinggi antara kedua negara adidaya tersebut.
Panggilan dari Kyiv: Perdamaian di Ukraina Menjadi Bahasan Utama
Di hari yang sama, Trump juga menerima telepon dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Berbeda dengan panggilan dari Putin, diskusi dengan Zelensky lebih terfokus pada upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung lama di Ukraina.
"Kami telah melakukan diskusi yang cukup rinci tentang banyak hal penting - perdamaian, tentu saja, termasuk di antaranya," ujar Zelensky.
Zelensky menegaskan bahwa pembicaraan dengan Trump tidak hanya bersifat seremonial. Keduanya sepakat untuk melanjutkan diskusi yang lebih mendalam mengenai topik-topik krusial tersebut dalam pertemuan tatap muka yang dijadwalkan pada KTT G7 di Prancis pekan ini. "Kami sepakat bahwa kami akan membahas lebih lanjut selama pertemuan kami di KTT G7," tuturnya.
Rangkaian panggilan telepon ini menunjukkan bagaimana momen personal seperti ulang tahun dapat menjadi celah diplomatik yang efektif. Di tengah ketegangan global, komunikasi langsung antara para pemimpin dunia tetap menjadi instrumen utama untuk membangun kembali kepercayaan dan mencari titik temu.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelundupan dari Filipina, Tangkap Dua Buronan di Bali, dan Sita 135 Ribu Obat Keras di Tangerang
Digitalisasi Parkir Surabaya: 926 Petugas Gunakan QRIS, Pendapatan Daerah Naik 10 Persen
Belanda dan Jepang Imbang 2-2 di Laga Perdana Grup F Piala Dunia 2026
Pakistan Mediasi, AS dan Iran Sepakat Akhiri Konflik, Blokade Selat Hormuz Dicabut