Wanita 21 Tahun Tewas Usai Bungee Jumping Tanpa Tali Pengaman di Brasil, Tiga Petugas Jadi Tersangka

- Minggu, 14 Juni 2026 | 21:50 WIB
Wanita 21 Tahun Tewas Usai Bungee Jumping Tanpa Tali Pengaman di Brasil, Tiga Petugas Jadi Tersangka
PARADAPOS.COM - Seorang wanita berusia 21 tahun tewas setelah melakukan bungee jumping tanpa tali pengaman di Brasil, Sabtu (13/6) waktu setempat. Insiden tragis ini terjadi di Jembatan Skeleton, Sao Paulo, dan polisi setempat telah mengamankan tiga petugas yang diduga lalai. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan korban dilempar dari ketinggian tanpa alat pengaman terpasang, menyebabkan jatuh bebas dari ketinggian 40 meter.

Kronologi Kejadian dan Investigasi Awal

Dalam rekaman viral, dua pria terlihat mengangkat korban lalu melepaskannya dari jembatan. Saat tubuhnya melesat ke bawah, tidak ada tali elastis yang mengikat tubuh atau pergelangan kakinya. Padahal, bungee jumping sejatinya menggunakan tali besar yang terpasang erat pada peserta untuk meredam benturan. Polisi dalam pernyataan resmi menjelaskan bahwa perlengkapan keselamatan tidak terpasang dengan benar. “Peralatan pengaman tidak terpasang dengan benar pada saat lompatan. Korban tidak selamat dari jatuh,” ujar petugas dalam keterangan yang dilansir AFP, Senin (15/6/2026). Tiga pria yang bertanggung jawab atas operasi tersebut kini ditahan. Mereka dijerat pasal “pembunuhan dengan dolus eventualis”, yaitu tuduhan bahwa pelaku menyadari risiko kematian namun tetap menjalankan aksinya. “Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan keadaan dan menetapkan tanggung jawab,” tambah polisi.

Identitas Korban dan Jejak Digital

Media setempat mengidentifikasi korban sebagai Maria Eduarda Rodrigues de Freitas. Sesaat sebelum kecelakaan, ia sempat mengunggah foto lokasi di Instagram dengan keterangan yang kini terasa mencekam: “Siapa orang gila yang membiarkan saya melompat dari jembatan???” Unggahan itu menjadi ironi yang menyayat hati. Sejumlah video sebelumnya dari perusahaan penyedia jasa, Entre Cordas, menunjukkan peserta lain dengan tali pengaman tebal di pinggang saat diluncurkan dari jembatan yang sama. Namun, kali ini prosedur standar itu tidak diikuti.

Sudut Pandang Lapangan

Dari sisi keselamatan, kasus ini menyoroti celah fatal dalam pengawasan olahraga ekstrem. Operator yang seharusnya memeriksa setiap perlengkapan justru diduga mengabaikan protokol dasar. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kelalaian sekecil apa pun dalam aktivitas berisiko tinggi bisa berakibat fatal. Polisi terus mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian sistemik. Sementara itu, publik Brasil masih diguncang oleh tragedi yang seharusnya bisa dicegah dengan pengecekan sederhana sebelum lompatan dimulai.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar