Pertama, dari ketidakpaduan pergerakan pemain. Hal ini terutama terlihat saat memasuki 1/3 akhir lapangan lawan.
Gelandang hingga penyerang tampak kebingungan mengambil keputusan saat memegang bola.
Hal itu membuat banyak kesempatan tersia-siakan. Shin menyadari itu dan melakukan pergantian terhadap 10 pemain. Namun pergantian tak membuat kondisi permainan membaik.
Baca Juga: Cara Membayar Kartu Kredit BRI Lewat ATM BRI dan ATM Bersama, Mudah Kok
Kedua, lini tengah terlihat terbuka hingga membuat para pemain Libya leluasa menerobos area pertahanan.
Kombinasi Marc Klok dan Ricky Kambuaya di babak kedua, maupun Marselino Ferdinan dan Ivan Jenner di babak kedua, gagal membendung penguasaan bola lawan.
Ketiga, formasi 4-4-2 yang diterapkan Shin Tae Yong dinilai belum efektif. Hal ini bisa disadari dari pergantian pemain besar-besaran, namun tidak ada hasil positif sekalipun.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayobogor.com
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Dituntut Bek Ulsan: Fakta Tamparan & Pengakuan Jung Seung-hyun
Erick Thohir Resmi Kuasai 100% Saham Oxford United: Dampak bagi Manajemen dan Masa Depan Pemain Indonesia
Keributan Dillon Danis vs Tim Khabib Pecah di UFC 322: Abubakar Terlibat Ricuh
Persib Bandung Vs Selangor FC: Modal 5 Kemenangan Beruntun untuk ACL Two 2025