Apriyani/Fadia Mundur dari Korea Masters 2025, Ini Strategi PBSI untuk Kumpulkan Poin

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:50 WIB
Apriyani/Fadia Mundur dari Korea Masters 2025, Ini Strategi PBSI untuk Kumpulkan Poin

Alasan Strategis Apriyani Rahayu/Fadia Mundur dari Korea Masters 2025

Pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, memutuskan mundur dari Korea Masters 2025. Keputusan ini ternyata merupakan bagian dari strategi persiapan menghadapi jadwal padat BWF World Tour 2025 di akhir tahun. Meski baru meraih gelar juara di Indonesia Masters II 2025, Apriyani/Fadia memilih untuk tidak turun di turnamen Korea.

Keputusan Mundur dari Turnamen Super 300

Apriyani/Fadia mengambil keputusan mengejutkan dengan mengundurkan diri dari Korea Masters 2025 yang berlevel Super 300. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 4-9 November 2025. PBSI awalnya mendaftarkan empat pasangan ganda putri, termasuk Apriyani/Fadia, namun pasangan ranking teratas Indonesia ini memilih untuk tidak bermain.

Strategi Pemilihan Turnamen untuk Kumpulkan Poin

Alasan utama mundurnya Apriyani/Fadia dari Korea Masters 2025 adalah strategi menghadapi empat turnamen yang digelar pada November 2025. Dengan tiga turnamen yang akan diikuti, mereka harus memilih strategi yang bisa mendulang banyak poin ranking BWF.

Meski level turnamen sama, Apriyani/Fadia memilih turun di Syed Modi India International 2025 daripada Korea Masters. "Ada strategi yang lain. Ada Super 300 lain, kan. Jadi kami ambilnya di India," ujar Apriyani Rahayu.

Fadia menambahkan, "Untuk kami saat ini penting banget ambil poin, apalagi di ganda putri (Indonesia) sekarang ranking ratusan semua ibaratnya. Jadi kami harus pintar-pintar ambil turnamen yang lebih ada kans."

Jadwal Turnamen Apriyani/Fadia di November 2025

Selain Syed Modi India International, Apriyani/Fadia akan turun di dua turnamen Super 500 pada November 2025. Kedua turnamen tersebut adalah Kumamoto Masters dan Australia Open 2025. Pemilihan turnamen ini diharapkan dapat memberikan poin maksimal untuk meningkatkan ranking dunia mereka.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar