Budi Arie mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Jokowi mengenai rencana perubahan logo tersebut. Komunikasi ini dilakukan pada hari kedua pelaksanaan Kongres III Projo.
Meskipun Budi Arie tidak merinci reaksi lengkap Jokowi, anggota formatur kepengurusan Projo 2025-2030, Handoko, mengklaim bahwa Jokowi tidak mempermasalahkan penghapusan simbol-simbolnya dari ormas tersebut. Lebih dari itu, Handoko menyebut bahwa Jokowi justru memerintahkan Projo untuk mendukung dan merapat ke Prabowo Subianto.
Dukungan Projo kepada Prabowo Subianto
Keputusan untuk mengubah logo Projo beriringan dengan pernyataan dukungan resmi organisasi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Budi Arie menegaskan komitmen Projo untuk memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik pemerintahan Prabowo.
Perubahan logo disebut sebagai bukti nyata transformasi organisasi menuju bentuk yang lebih ideal, yang tidak terikat pada satu figur tertentu, tetapi berfokus pada kecintaan terhadap negara dan rakyat Indonesia.
Dengan langkah strategis ini, Projo berusaha menegaskan posisinya sebagai organisasi masyarakat yang independen dan berorientasi pada kepentingan nasional, sekaligus menepis anggapan selama ini yang menyamakannya dengan kelompok pendukung tunggal Jokowi.
Artikel Terkait
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo - Pernyataan Tegas Presiden
Pertemuan Prabowo dengan Abraham Samad & Tokoh Nasional: Istana Bukan Oposisi, Tapi Diskusi Bangsa
Said Didu Ungkap Prabowo Sepakat Rebut Kedaulatan dari Oligarki, Target Geng Solo
Strategi Politik Jokowi: Dukungan ke PSI Kaesang & Proyeksi Gibran di Pilpres 2029-2034